Sumberharjo Sleman Panen Perdana Melon Premium di Tanah Kas Desa

5 hours ago 3

Newswire

Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 23:17 WIB

Sumberharjo Sleman Panen Perdana Melon Premium di Tanah Kas Desa

Foto ilustrasi tanah kas desa dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, berhasil mengoptimalkan tanah kas kalurahan atau tanah kas desa menjadi kawasan budi daya melon premium berbasis greenhouse. Inovasi tersebut ditandai dengan panen perdana yang dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya pada Minggu (2/8/2026).

Direktur Bumkal Sumberharjo, Choirun Sutrisno, mengatakan pengembangan melon premium dilakukan melalui Kelompok Tani Sumber Tumuwuh dengan memanfaatkan tanah kas kalurahan atau tanah kas desa yang sebelumnya kurang produktif. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

"Budi daya melon premium ini memanfaatkan tanah kas kalurahan [setingkat desa] melalui program yang didukung pendanaan Dana Keistimewaan DIY," kata Choirun Sutrisno.

Menurutnya, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini dikembangkan menjadi kawasan pertanian hortikultura modern menggunakan teknologi greenhouse. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Choirun menjelaskan varietas melon premium yang dibudidayakan terdiri atas Kaori dan Dalmatian. Selain sebagai komoditas pertanian bernilai ekonomi, kawasan tersebut juga diproyeksikan berkembang menjadi destinasi agrowisata.

"Melon premium yang ditanam ini varietas Kaori dan Dalmatian," katanya.

Pada panen perdana tersebut, Kelompok Tani Sumber Tumuwuh berhasil memanen lebih dari 50 kilogram melon premium.

Harda Apresiasi Inovasi Bumkal

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi langkah Bumkal Sumberharjo yang mampu mengubah tanah kas kalurahan atau tanah kas desa menjadi lahan pertanian produktif. Menurutnya, pengelolaan aset desa seperti itu dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan kalurahan.

"Saya apresiasi dan bangga. bumkal harus bekerja sebaik-baiknya sesuai program yang ada, sehingga benar-benar memberikan manfaat, termasuk membantu meningkatkan keuangan desa," kata Harda.

Ia menilai sektor pertanian masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian pedesaan. Dengan luas lahan sekitar 2,5 hektare, kawasan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi dan pengelolaan yang berkelanjutan.

"Ini sangat potensial, kalurahan bisa menjalankan roda ekonomi melalui pertanian dan diharapkan panen berikutnya bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Didorong Berkolaborasi dengan DP3 Sleman

Harda berharap pengembangan kawasan pertanian tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, terutama dalam penyediaan bibit berbagai komoditas pertanian.

Menurutnya, sinergi tersebut akan semakin mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Sinergi tersebut akan semakin mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Melalui optimalisasi tanah kas kalurahan atau tanah kas desa untuk kegiatan pertanian produktif, Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong pengembangan pertanian berbasis inovasi guna memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung kemandirian ekonomi di tingkat kalurahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news