Sultan Minta Desa Wisata Jangan Hanya Kejar Jumlah Kunjungan Wisatawan

5 hours ago 5

Newswire

Newswire Selasa, 22 September 2026 23:17 WIB

Sultan Minta Desa Wisata Jangan Hanya Kejar Jumlah Kunjungan Wisatawan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pada penyerahan penghargaan Lomba Desa dan Kampung Wisata Tingkat DIY 2026. Selasa (22/9/2026). Antara/Humas Pemda DIY

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta desa dan kampung wisata tidak hanya mengukur keberhasilan dari banyaknya wisatawan yang datang.

Menurut Sultan, desa dan kampung wisata perlu memastikan pariwisata mampu menempatkan masyarakat sebagai pelaku sekaligus menghidupkan berbagai potensi lokal yang dimiliki.

"Kemudian menjaga budaya dan lingkungan, serta memperoleh manfaat ekonomi dari destinasi yang mereka bangun bersama," kata Sri Sultan pada penyerahan penghargaan Lomba Desa atau Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 di Yogyakarta, Selasa (22/9/2026).

Warga Harus Jadi Pelaku Pariwisata

Sri Sultan mengatakan keindahan lanskap, keunikan atraksi, serta jumlah kunjungan wisatawan memang menjadi bagian dari daya tarik sebuah destinasi wisata.

Namun, menurut dia, kekuatan desa dan kampung wisata tidak semata-mata ditentukan oleh aspek tersebut. Kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi lokal juga menjadi faktor penting.

"Namun, desa dan kampung wisata yang kuat ditentukan oleh kemampuan masyarakat mengelola potensi lokal, membangun kelembagaan yang sehat, menjaga lingkungan dan budaya, berinovasi, serta memastikan manfaat pariwisata dirasakan masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan konsep Community Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan destinasi.

Masyarakat tidak hanya menjadi objek yang menerima kedatangan wisatawan. Warga desa dan kampung juga memiliki ruang untuk terlibat dalam perencanaan, pengelolaan, pengambilan keputusan, hingga menikmati manfaat dari aktivitas pariwisata.

"Pariwisata yang baik akan memperkuat ekonomi lokal, kohesi sosial, budaya, dan lingkungan," kata Sri Sultan.

Lomba Desa Wisata Jadi Ruang Belajar

Sri Sultan berharap Lomba Desa atau Kampung Wisata tidak berhenti setelah penghargaan diberikan kepada para pemenang.

Menurut dia, kompetisi tersebut perlu dikembangkan menjadi ekosistem pembelajaran antardesa dan antardaerah sehingga pengalaman dari desa yang sudah maju dapat dimanfaatkan oleh desa lainnya.

"Desa dan kampung wisata yang telah maju dapat membagikan praktik baik, sementara yang sedang berkembang memperoleh kesempatan belajar dan memperkuat tata kelolanya," katanya.

Dengan pola tersebut, pengembangan desa dan kampung wisata diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian saat mengikuti kompetisi, tetapi juga mendorong penguatan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan.

Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat

Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati mengatakan pengembangan desa dan kampung wisata perlu memperhatikan sejumlah aspek, terutama partisipasi masyarakat, perlindungan lingkungan, serta manfaat ekonomi dan sosial.

Dengan demikian, destinasi wisata berbasis masyarakat tidak sekadar menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan. Keberadaannya juga harus mampu menciptakan nilai bagi masyarakat yang hidup dan bekerja di dalam destinasi tersebut.

"Desa bukan hanya tempat yang dikunjungi. Masyarakat adalah bagian yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news