PADANG, KLIKPOSITIF — Yayasan Rangkiang Peduli Negeri (RPN) kembali menorehkan catatan positif dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pada Sabtu (30/5/2026), yayasan ini sukses menggelar panen raya komoditas ikan lele untuk yang keenam kalinya di kawasan Anak Air, Kota Padang, Sumatera Barat.
Panen raya kali ini menjadi bukti nyata keberlanjutan program “Satu Rumah Satu Kolam” yang telah digagas sejak Desember 2024. Dari total 12.000 bibit lele yang ditebar pada siklus ini, RPN bersama masyarakat berhasil memanen hingga 1,6 ton ikan lele siap konsumsi.
Konsisten Berkembang dari Satu Kolam
Program pemberdayaan berbasis komunitas ini menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Memulai langkah dari hanya satu kolam uji coba di akhir tahun 2024, program ini terus dieksplorasi hingga berkembang menjadi tiga kolam. Tidak berhenti di situ, komitmen RPN dalam memperluas dampak kesejahteraan akan kembali dibuktikan pada awal Juni ini. “Awal Juni ini kita akan mengimplementasikan perluasan program menjadi lima kolam budi daya ikan lele,” ujar Fadhli Septavianra, Chief Program Officer RPN.
Memutus Mata Rantai Kerugian Petani
Fadhli menceritakan bahwa program ini lahir dari keresahan melihat banyaknya kolam terbengkalai milik warga. Para petani sebenarnya memiliki keahlian (skill) yang mumpuni, namun terpaksa gulung tikar akibat fluktuasi harga pasar yang tidak menentu.
“Permasalahan klasik peternak mandiri adalah saat panen raya tiba, harga di pasar lokal sering kali jatuh. Akibatnya, mereka terpaksa memakan modal operasional dan akhirnya berhenti berternak,” jelas Fadhli.
Padahal, potensi pasar ikan lele sangat besar seiring menjamurnya usaha kuliner berbasis lele. Ditambah lagi, daya tahan tubuh ikan lele yang kuat membuat budi daya ini sangat optimal memanfaatkan sumber daya air di sekitar pemukiman warga.
Tembus Pasar Jambi dan Sumatera Utara
Untuk mengatasi masalah anjloknya harga, RPN menerapkan strategi manajemen pemasaran yang adaptif. Kunci keberlanjutan program ini terletak pada efisiensi jalur distribusi. RPN tidak hanya mengandalkan pasar lokal di Sumatera Barat, melainkan melempar hasil panen ke daerah lain yang memiliki stabilitas harga lebih tinggi.
Saat ini, ikan lele segar hasil budi daya warga Anak Air, Kota Padang telah berhasil didistribusikan secara rutin ke Provinsi Jambi hingga Sumatera Utara.
Kolaborasi Multipihak dan Target Masa Depan
Keberhasilan program “Satu Rumah Satu Kolam” ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. RPN aktif menggandeng petugas penyuluh peternakan, praktisi perikanan, hingga pemangku kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR di Sumatera Barat.
Ke depan, RPN menargetkan optimalisasi program yang lebih masif, baik dari segi penambahan jumlah kolam, kuantitas peternak yang diberdayakan, hingga diversifikasi sumber pendanaan.
“Kami berharap sumber pendanaan ke depan tidak hanya bertumpu pada CSR, tetapi juga bisa bergerak dari pengembangan dana sosial, sedekah, hingga pengelolaan wakaf produktif,” tutup Fadhli optimis.

12 hours ago
6


















































