KLIKPOSITIF – Yogurt selama ini dikenal sebagai makanan sehat yang kaya protein, kalsium, dan berbagai nutrisi penting. Kini, sejumlah penelitian mulai menyoroti potensi yogurt dalam membantu menurunkan risiko kanker usus besar atau kanker kolorektal melalui pengaruhnya terhadap kesehatan mikrobioma usus.
Para ahli menjelaskan bahwa usus manusia dihuni oleh triliunan mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sebagian bakteri bersifat menguntungkan karena membantu sistem kekebalan tubuh, sementara sebagian lainnya dapat memicu peradangan hingga pertumbuhan tumor.
Menurut ahli mikrobioma dan imunologi kanker, Christian Jobin, PhD, keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri berbahaya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang, termasuk pola makan, aktivitas fisik, serta konsumsi alkohol.
“Gaya hidup yang minim aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan, dan pola makan tinggi lemak dapat mengurangi nutrisi yang dibutuhkan mikrobioma usus, sehingga memengaruhi sistem kekebalan tubuh,” ujarnya.
Ketika bakteri baik berkurang, bakteri berbahaya dapat berkembang lebih banyak dan menghasilkan zat yang merusak sel maupun DNA, sehingga berpotensi meningkatkan risiko pembentukan tumor.
Dalam konteks tersebut, yogurt menjadi perhatian karena mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang dapat membantu menekan pertumbuhan mikroba berbahaya dan mengurangi peradangan di dalam usus. Namun, para ahli menegaskan bahwa hubungan antara konsumsi yogurt dan pencegahan kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Sebuah studi besar yang dipublikasikan pada 2025 melibatkan lebih dari 130.000 peserta yang dipantau selama puluhan tahun. Peneliti menelusuri pola konsumsi yogurt para peserta dan mengamati kejadian kanker usus besar yang muncul di kemudian hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi yogurt tidak secara langsung berkaitan dengan penurunan risiko kanker usus besar secara keseluruhan. Namun, individu yang mengonsumsi yogurt sedikitnya dua kali dalam seminggu memiliki risiko 20 hingga 40 persen lebih rendah terhadap jenis kanker usus tertentu yang mengandung bakteri menguntungkan Bifidobacterium.
Peneliti menduga bakteri baik dari yogurt dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus, mengurangi peradangan kronis yang berkaitan dengan kanker, serta menghasilkan senyawa yang berpotensi melindungi sel dari perubahan menjadi sel kanker.
Meski demikian, Jobin mengingatkan bahwa hasil penelitian saat ini masih menunjukkan hubungan atau korelasi, bukan bukti sebab-akibat yang pasti. Ia menjelaskan bahwa bakteri probiotik yang masuk ke dalam tubuh melalui yogurt belum tentu menetap dalam usus untuk jangka waktu lama karena mikrobioma manusia memiliki sistem yang kompleks dan cenderung mempertahankan keseimbangannya sendiri.
“Bakteri probiotik biasanya hanya lewat dan tidak menetap secara permanen. Karena itu, jika ingin memperoleh manfaatnya, konsumsi yogurt perlu dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang,” jelasnya.
Dilansir dari laman WebMd, selain potensi manfaat bagi kesehatan usus, yogurt juga diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan lainnya. Produk olahan susu fermentasi ini merupakan sumber protein yang baik untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Yogurt juga mengandung kalsium dan fosfor yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
Tak hanya itu, yogurt mengandung vitamin B seperti riboflavin dan vitamin B12 yang berperan dalam produksi energi serta mendukung fungsi saraf dan otak. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi yogurt secara rutin dapat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Meski menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa yogurt bukanlah solusi tunggal untuk mencegah kanker usus besar. Pola makan sehat yang kaya serat, aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol tetap menjadi langkah utama dalam menurunkan risiko penyakit tersebut.
Dengan meningkatnya kasus kanker usus besar pada kelompok usia muda dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti berharap masyarakat semakin memperhatikan kesehatan usus melalui penerapan gaya hidup sehat dan pola makan yang seimbang.

12 hours ago
4

















































