Strategi Disdag Padang Dorong Peningkatan Daya Beli di Pasar Raya Padang Fase VII di Tahun Ajaran Baru

11 hours ago 5

PADANG, KLIKPOSITIF — Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Raya Padang Fase VII mulai menunjukkan geliat yang menggembirakan. Peningkatan jumlah pengunjung yang berburu berbagai kebutuhan sekolah menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang besar bagi para pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan.

Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) dengan menggandeng berbagai pihak strategis guna memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di pusat perdagangan tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan bahwa periode menjelang tahun ajaran baru selalu menjadi salah satu momen penting bagi sektor perdagangan. Kebutuhan masyarakat terhadap perlengkapan sekolah yang meningkat secara signifikan menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya pedagang yang beraktivitas di Pasar Raya Fase VII.

Menurutnya, Pasar Raya Fase VII saat ini telah menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang mampu memenuhi beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari pakaian sekolah, perlengkapan ibadah, alat tulis, hingga berbagai perlengkapan penunjang pendidikan lainnya.

“Ya, kita untuk saat ini, tentunya dengan mau masuknya tahun ajaran baru, tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita, khususnya pedagang yang berada di Pasar Raya Fase VII. Sama-sama kita ketahui di Fase VII bukan hanya sekedar pakaian, bukan hanya sekedar mukena atau alat tulis saja, tapi juga perlengkapan-perlengkapan sekolah yang dibutuhkan oleh masyarakat kita juga tersedia di Pasar Raya Fase VII. Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII,” ujar Fizlan di Padang, Minggu (14/6/2026).

Meningkatnya aktivitas perdagangan tersebut dinilai menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional modern masih cukup tinggi. Selain menawarkan kelengkapan produk, Pasar Raya Fase VII juga menjadi pilihan karena lokasinya yang strategis dan mampu menyediakan berbagai kebutuhan dalam satu kawasan.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Disdag Kota Padang tidak hanya mengandalkan peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra yang dapat memberikan kemudahan transaksi dan akses layanan bagi masyarakat.

Fizlan mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah stakeholder, termasuk sektor perbankan dan perusahaan layanan transportasi daring. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli.

“Saat ini kita berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak Grab, pihak Bank Nagari, bagaimana menggaet sektor perekonomian, terutama peningkatan daya beli masyarakat kita,” katanya.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai program promosi, kemudahan pembayaran non-tunai, hingga dukungan akses transportasi yang dapat mempermudah masyarakat berbelanja di kawasan Pasar Raya Padang.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang juga berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang biasanya mengalami fluktuasi ketika aktivitas ekonomi meningkat. Untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang tahun ajaran baru, Pemko Padang telah menyiapkan langkah-langkah pengendalian melalui pelaksanaan operasi pasar secara berkala.

Operasi pasar tersebut akan difokuskan pada komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran rumah tangga, seperti beras, minyak goreng, dan cabai. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain fokus pada penguatan daya beli dan stabilitas harga, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui revitalisasi kawasan Pasar Raya. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi para pedagang.

Pemerintah Kota Padang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana umum yang menjadi bagian dari program revitalisasi Pasar Raya. Pekerjaan tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang.

Perbaikan infrastruktur pasar diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan fasilitas yang lebih baik, kawasan Pasar Raya diharapkan semakin nyaman, aman, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai wilayah.

Melalui sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, pelaku usaha, dan penyedia layanan transportasi, Pemko Padang optimistis momentum tahun ajaran baru dapat menjadi pendorong peningkatan transaksi perdagangan sekaligus memperkuat peran Pasar Raya Fase VII sebagai salah satu pusat ekonomi utama di Kota Padang.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news