PADANG, KLIKPOSITIF — Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 11 Padang. Salah seorang siswanya, Muhammad Alkhalifi Hakim, berhasil terpilih sebagai Wali Kota Cilik Kota Padang Tahun 2026 setelah melewati rangkaian seleksi yang cukup ketat.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Alkhalifi dan keluarganya, tetapi juga membawa nama SMP Negeri 11 Padang semakin harum. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa pembinaan terhadap potensi dan keberanian siswa untuk tampil di ruang publik dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi sekaligus jiwa kepemimpinan.
Saat ditemui di SMP Negeri 11 Padang, Rabu (29/7/2026), Alkhalifi mengaku bersyukur sekaligus bahagia atas pencapaian yang diraihnya. Bagi siswa tersebut, gelar Wali Kota Cilik bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan hasil dari proses panjang yang diwarnai kerja keras, doa, latihan, evaluasi, serta dukungan dari banyak pihak.
Alkhalifi harus melewati tiga tahapan seleksi untuk mendapatkan gelar tersebut. Tahapan itu meliputi perkenalan diri dan pemaparan visi-misi, unjuk minat dan bakat, serta sesi tanya jawab.
Setiap tahapan menjadi ruang bagi Alkhalifi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia tidak hanya dituntut mampu berbicara dengan percaya diri, tetapi juga harus memiliki gagasan yang relevan dengan persoalan yang dihadapi anak-anak di Kota Padang.
Salah satu penampilan yang menjadi perhatian dalam proses seleksi adalah ketika Alkhalifi mengikuti tahapan unjuk minat dan bakat. Ia membawakan monolog yang mengangkat kisah seorang anak yang menjadi korban perundungan atau bullying.
Melalui monolog tersebut, Alkhalifi berusaha menyampaikan pesan tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Kemampuan berbicara di depan umum, penghayatan terhadap peran, serta pesan yang disampaikan melalui penampilannya menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkannya meraih predikat Wali Kota Cilik Kota Padang 2026.
Tidak berhenti pada kemampuan tampil, Alkhalifi juga menawarkan gagasan yang menurutnya penting untuk membangun Kota Padang sebagai kota yang semakin ramah terhadap anak.
Dalam pemaparan visi-misinya, ia mengusung gagasan mewujudkan Kota Padang sebagai kota layak anak yang aman, ramah, berbudaya, dan bebas dari perundungan.
Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui gerakan Rancak, yang terdiri atas tiga program utama, yakni Teman Rancak, Suara Anak Rancak, dan Rancak Basamo Budaya.
Teman Rancak diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian dan rasa saling mendukung antaranak. Program tersebut diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk tidak saling menjauh ketika melihat temannya menghadapi persoalan, termasuk ketika menjadi korban perundungan.
Sementara itu, Suara Anak Rancak dihadirkan sebagai ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, maupun persoalan yang mereka hadapi. Alkhalifi ingin anak-anak memiliki keberanian untuk berbicara tanpa merasa takut atau khawatir pendapat mereka tidak dihargai.
Adapun Rancak Basamo Budaya diarahkan untuk mengajak anak-anak mengenal sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau, terutama penerapan Sumbang Duo Baleh, seperti sumbang kato, sumbang bagaua, dan sumbang berpakaian.
Bagi Alkhalifi, keberhasilan meraih gelar Wali Kota Cilik tahun ini terasa semakin istimewa karena ia bukan kali pertama mengikuti ajang tersebut.
Pada tahun sebelumnya, ia juga telah mencoba peruntungan dalam seleksi Wali Kota Cilik. Namun, langkahnya ketika itu terhenti dan belum berhasil menembus tujuh besar.
Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti. Sebaliknya, pengalaman itu justru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri dengan lebih matang.
Ia kembali berlatih, memperkuat kemampuan berbicara di depan umum, memperdalam gagasan yang akan disampaikan, serta membangun kepercayaan dirinya. Dalam proses tersebut, dukungan dari kakak tingkat yang telah memiliki pengalaman, guru pembimbing, keluarga, dan teman-teman menjadi modal penting baginya.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Alkhalifi mampu melewati seluruh tahapan seleksi hingga dinobatkan sebagai Wali Kota Cilik Kota Padang 2026.
Di lingkungan sekolah, aktivitas Alkhalifi juga tidak terbatas pada kegiatan akademik. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi sekolah, kegiatan keagamaan, olahraga karate, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggalnya.
Beragam pengalaman tersebut, menurutnya, secara tidak langsung membentuk rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta jiwa kepemimpinan yang kemudian menjadi bekal ketika mengikuti seleksi Wali Kota Cilik.
Atas kesempatan yang diberikan, Alkhalifi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Padang yang telah membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan menyampaikan gagasan melalui ajang Wali Kota Cilik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tua, keluarga besar SMP Negeri 11 Padang, guru, kakak tingkat, teman-teman, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan dan motivasi selama proses seleksi.
Lebih jauh, Alkhalifi berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi momentum untuk mendorong anak-anak Kota Padang agar semakin berani menyampaikan suara mereka.
“Harapan saya untuk anak-anak Kota Padang ke depannya, semoga tidak ada lagi anak yang takut untuk ke sekolah, semoga tidak ada lagi anak yang kehilangan harapannya, dan semoga tidak ada lagi yang takut untuk berbicara. Karena setiap anak berhak mendapatkan haknya, hak untuk didengar, dihargai, dan tumbuh dalam dukungan yang bahagia,” ujarnya.
Pembinaan Berkelanjutan
Kepala SMP Negeri 11 Padang, Arna Fera, mengatakan keberhasilan Alkhalifi tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan sekolah secara berkelanjutan.
Menurutnya, SMP Negeri 11 Padang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi siswa, termasuk mempersiapkan peserta yang akan mengikuti ajang Wali Kota Cilik.
Dua tahun sebelumnya, sekolah tersebut juga pernah mengirimkan peserta untuk mengikuti ajang serupa. Namun, ketika itu belum berhasil meraih gelar.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi sekolah untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki pola pembinaan. Termasuk ketika Alkhalifi kembali mengikuti seleksi pada tahun sebelumnya dan belum berhasil menembus tujuh besar.
Alih-alih dianggap sebagai kegagalan semata, pengalaman tersebut justru menjadi pijakan untuk memperkuat persiapan Alkhalifi menghadapi seleksi berikutnya.
Arna Fera menilai proses tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan tidak selalu datang pada kesempatan pertama. Ada proses belajar, evaluasi, dan keberanian untuk mencoba kembali yang akhirnya mengantarkan Alkhalifi meraih hasil terbaik pada 2026.
“Kakak-kakaknya yang sudah lebih dulu berpengalaman memberi pendampingan kepada adik-adiknya, didampingi pula oleh guru pendamping,” kata Arna Fera.
Menurutnya, proses pembinaan juga tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Dukungan keluarga memiliki peranan penting dalam menjaga motivasi dan kesiapan anak selama mengikuti berbagai tahapan seleksi.
“Tentu tanpa adanya kerja sama dengan orang tua, tentu tidak mudah untuk meraih penghargaan Wali Kota Cilik ini,” ujarnya.
Arna Fera menambahkan, keberhasilan Alkhalifi merupakan hasil sinergi antara sekolah, guru, orang tua, serta lingkungan sekitar yang terus memberikan dukungan selama proses pembinaan.
Bagi SMP Negeri 11 Padang, pencapaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi individu. Gelar Wali Kota Cilik 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar berani mengembangkan kemampuan, mengikuti berbagai kegiatan positif, dan tidak takut mencoba meski pernah mengalami kegagalan.
Prestasi Alkhalifi sekaligus memperlihatkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang penting bagi anak untuk belajar memimpin, menyampaikan pendapat, membangun kepedulian, serta memahami persoalan yang terjadi di sekitarnya.
Dari lingkungan sekolah itulah, keberanian untuk berbicara dan kepedulian terhadap sesama terus dibentuk. Dan melalui sosok Alkhalifi, SMP Negeri 11 Padang kini memiliki satu lagi cerita tentang bagaimana kegagalan dapat menjadi pijakan menuju keberhasilan serta bagaimana suara seorang anak dapat tumbuh menjadi gagasan untuk menjadikan Kota Padang lebih aman, ramah, berbudaya, dan bebas dari perundungan.

14 hours ago
7


















































