Sebaran Debu Vulkanik 3 Gunung Api Terdeteksi Satelit BMKG

5 hours ago 6

Newswire

Newswire Sabtu, 19 September 2026 10:37 WIB

Sebaran Debu Vulkanik 3 Gunung Api Terdeteksi Satelit BMKG

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—BMKG mendeteksi sebaran debu vulkanik dari sejumlah gunung api aktif di Indonesia melalui analisis citra satelit cuaca RGB Himawari-9. Dari empat gunung yang dipantau, sebaran debu teridentifikasi dari Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru, sedangkan Gunung Lewotolo tidak terpantau dalam citra satelit.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani mengatakan sebaran debu vulkanik dari masing-masing gunung bergerak ke arah berbeda. Gunung Dukono dan Gunung Ibu terpantau mengarah ke timur laut, sedangkan debu vulkanik Gunung Semeru bergerak ke arah tenggara.

"Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran debu vulkanik Gunung Dukono dan Gunung Ibu teramati bergerak ke arah timur laut, sedangkan Gunung Semeru terdeteksi bergerak ke arah tenggara," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Wilayah yang Terdampak Sebaran Debu Vulkanik

BMKG mencatat sebaran debu vulkanik Gunung Dukono mencakup wilayah Kabupaten Halmahera Utara hingga Perairan Barat Daya Morotai.

Sementara itu, sebaran debu dari Gunung Ibu melingkupi wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara. Adapun debu vulkanik Gunung Semeru terdeteksi mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lumajang hingga perairan di sekitarnya.

Dari empat gunung api yang dipantau tersebut, Badan Geologi melaporkan Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, saat ini berada pada status Level II atau Waspada.

Gunung Ibu Kembali Erupsi

Gunung Ibu kembali mengalami erupsi pada Sabtu (19/9/2026) pukul 05.49 WIT. Saat erupsi, tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak gunung.

Kolom abu berwarna kelabu tebal tersebut teramati condong ke arah timur. Berdasarkan rekaman seismogram, amplitudo maksimum mencapai 28.0 mm dengan durasi erupsi selama 45 detik.

Kondisi tersebut membuat Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Ibu.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu. Larangan tersebut diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara.

Selain menjauhi kawasan rawan, masyarakat juga diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika beraktivitas di luar rumah. Penggunaan perlindungan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi hujan abu.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing oleh isu hoaks mengenai aktivitas Gunung Ibu. Informasi dan perkembangan kondisi gunung api perlu diikuti melalui instruksi resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan Pos Pengamatan Gunung Api Gam Ici.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news