Perumahan. / Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memegang peran sangat strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dalam menjamin ketersediaan hunian layak bagi masyarakat.
Hashim menekankan besarnya amanah yang diemban kementerian tersebut sehingga harus dijalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Ia mengingatkan agar kepercayaan negara dan rakyat tidak dikhianati.
“Kementerian PKP memegang amanah besar. Karena itu saya tegaskan, jangan ada yang korupsi. Kepercayaan negara dan rakyat harus dijaga,” ujar Hashim dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut Hashim, penyediaan rumah layak bagi rakyat bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wujud konkret pengamalan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di saat yang sama, sektor perumahan juga berperan sebagai penggerak roda perekonomian nasional.
Ia menyebut sektor perumahan memiliki potensi signifikan untuk menopang pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi sekitar 1 hingga 2 persen terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Seiring arah kebijakan ke depan, mulai 2026 Kementerian PKP diharapkan lebih menitikberatkan pada aksi nyata yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan bermartabat.
Sebagai bagian dari langkah konkret tersebut, Kementerian PKP telah memulai tahapan land clearing untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi bagi masyarakat di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.
Pembangunan rusun subsidi ini diproyeksikan menjadi solusi atas keterbatasan lahan hunian di kawasan industri, yang jumlah penduduknya terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi dan ketenagakerjaan.
Di kawasan Meikarta, telah disiapkan tiga bidang lahan dengan total luas mencapai 30 hektare. Pada tahap awal, pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 10 hektare yang akan dimanfaatkan untuk mendirikan 18 tower setinggi 32 lantai.
Setiap tower direncanakan memiliki sekitar 2.300 unit hunian. Dengan demikian, pada tahap awal pembangunan akan tersedia kurang lebih 47.000 unit rusun subsidi, sementara total keseluruhan proyek ditargetkan mencapai 141.000 unit.
Pembangunan rusun subsidi tersebut dirancang berlangsung dalam empat tahapan. Proses diawali dengan land clearing, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tiang pancang yang dijadwalkan pada 8 Maret 2026. Tahap berikutnya adalah pembangunan struktur ke atas yang direncanakan dimulai pada 17 Agustus 2026, hingga proses serah terima kunci yang ditargetkan terlaksana pada 8 Agustus 2028.
Rusun subsidi di kawasan ini dinilai memiliki keunggulan dari sisi lokasi karena berada di area premium dengan fasilitas kawasan yang telah tersedia secara lengkap. Selain itu, kedekatannya dengan kawasan industri membuat pangsa pasarnya dinilai sangat tinggi.
Terkait aspek harga, Hashim menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah masih akan membahas skema terbaik agar hunian tersebut tetap terjangkau serta tidak memberatkan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama program rusun subsidi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

2 days ago
4

















































