Sandeq Silumba 2025 di Sulawesi Barat (Dok: Ist)
KabarMakassar.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan Event Sandeq Silumba 2026 akan berlangsung pada 25–27 September 2026, dengan rute dari Banua Sendana, Kabupaten Majene, menuju Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat, Bau Akram Dai di Kantor Dispoparekraf Sulbar pada Kamis (10/09).
Bau Akram Dai menjelaskan bahwa setelah melalui berbagai tahapan koordinasi dan penyesuaian teknis, jadwal pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 telah ditetapkan pada 25 sampai dengan 27 September 2026.
Rute kegiatan akan dimulai dari Banua Sendana, Kabupaten Majene, hingga Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar.
“Pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 sudah dipastikan akan dilaksanakan pada tanggal 25 sampai 27 September 2026, dengan rute dari Banua Sendana hingga Pantai Bahari Polewali Mandar. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bau Akram.
Penyelenggaraan Sandeq Silumba 2026 sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Dispoparekraf juga menyebut melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong agar kekayaan budaya, tradisi, dan potensi daerah tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Menurut Bau Akram, Sandeq Silumba tidak hanya memiliki nilai penting sebagai bagian dari pelestarian budaya dan tradisi maritim masyarakat Mandar, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Barat.
Lebih lanjut, Kepala Dispoparekraf Sulbar menegaskan bahwa penyelenggaraan Sandeq Silumba 2026 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM di Sulawesi Barat. Kehadiran peserta, wisatawan, komunitas, dan masyarakat selama pelaksanaan event dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan produk kuliner, kerajinan, fesyen, serta berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.
“Yang kita harapkan bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga bagaimana event ini memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Ada pergerakan orang, ada transaksi, dan ada promosi produk lokal Sulawesi Barat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, media, serta berbagai pihak terkait. Kolaborasi tersebut diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan ditetapkannya jadwal pelaksanaan pada 25–27 September 2026, seluruh pihak diharapkan dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis dan pendukung.
Sandeq Silumba 2026 diharapkan dapat terlaksana secara aman dan lancar serta memberikan dampak positif terhadap promosi pariwisata, pelestarian budaya, dan perekonomian masyarakat Sulawesi Barat.


















































