PVMBG Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Tsunami

2 hours ago 2

Newswire

Newswire Sabtu, 05 September 2026 13:27 WIB

PVMBG Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Tsunami

Foto ilustrasi: Gunung Anak Krakatau semburkan abu vulkanik. /Antarafoto

Harianjogja.com, BANDUNG— Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, tidak berpotensi memicu tsunami. Kepastian tersebut disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi tubuh gunung api tersebut.

Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil. Kondisi tersebut membuat perkembangan tubuh gunung saat ini belum berada pada skala yang berpotensi mengalami keruntuhan dan memicu tsunami.

“Untuk tsunami, hasil evaluasi kami, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi yang dapat memicu tsunami,” kata Rita di Bandung, Sabtu.

Tubuh Gunung Anak Krakatau Masih dalam Proses Pembentukan

Rita menjelaskan Gunung Anak Krakatau saat ini masih mengalami proses pembentukan kubah lava baru. Proses tersebut berlangsung setelah sebelumnya terjadi runtuhan tubuh gunung.

Berdasarkan hasil pemantauan PVMBG, perkembangan tubuh Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada dalam skala yang belum dapat memicu tsunami.

“Oleh karena itu, masyarakat tidak usah khawatir. Insyaallah perkembangan ini tidak memicu terjadinya tsunami,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi dasar PVMBG dalam memastikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami berdasarkan evaluasi terhadap perkembangan tubuh gunung.

PVMBG Terus Pantau Aktivitas Anak Krakatau

Meski menyatakan tidak berpotensi memicu tsunami, PVMBG tetap melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap aktivitas vulkanik, tetapi juga mencakup perubahan morfologi atau bentuk tubuh gunung api tersebut.

“Kami terus-menerus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas dan juga perubahan morfologi dari tubuh Anak Krakatau ini,” katanya.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat dan pengunjung untuk tetap mengikuti rekomendasi keselamatan yang berlaku di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat dan pengunjung diminta tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Waspadai Awan Panas hingga Hujan Abu

Meskipun potensi tsunami dinyatakan tidak ada berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PVMBG meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah bahaya vulkanik lainnya.

Bahaya yang perlu diwaspadai meliputi awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan dapat beraktivitas seperti biasa dengan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,” kata dia.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan potensi tsunami akibat perkembangan tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini. Namun, kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik tetap diperlukan dengan mematuhi rekomendasi keselamatan dan arahan BPBD setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news