Harianjogja.com, SLEMAN— Duel PSS Sleman melawan Madura United pada pekan ini tidak hanya akan menjadi pertarungan antartim, tetapi juga adu kualitas lini depan. Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, bahkan percaya diri menyebut dua penyerangnya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan striker yang menjadi andalan Madura United.
PSS Sleman akan menghadapi Madura United di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (12/9/2026). Menjelang pertandingan tersebut, Huistra menegaskan dirinya tidak khawatir dengan kekuatan lini depan lawan karena memiliki Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari sebagai opsi di sektor penyerangan.
Keyakinan tersebut disampaikan Huistra ketika ditanya mengenai kualitas striker Madura United, Dimitar Mitkov, yang langsung menunjukkan ketajamannya sejak menjalani debut bersama Laskar Sape Kerrab.
"Saya rasa penyerang kita lebih bagus," kata Huistra pada Selasa (8/9/2026).
Mitkov Baru Cetak Brace di Debut
Madura United memiliki Dimitar Mitkov sebagai salah satu ancaman utama di lini depan. Penyerang yang pernah memperkuat Timnas Bulgaria U21 tersebut langsung memberikan dampak pada laga debutnya dengan mencetak dua gol ketika Madura United menghadapi Persijap pada pekan lalu.
Dwigol atau brace tersebut menjadi gambaran awal mengenai kualitas Mitkov sebagai ujung tombak Madura United. Berdasarkan laman Transfermarkt.co.id, Mitkov telah mengoleksi 61 gol dari 218 pertandingan.
Striker asal Bulgaria tersebut juga memiliki pengalaman bermain di sejumlah kompetisi sebelum akhirnya berkarier di Indonesia. Mitkov pernah memperkuat klub di Bulgaria, Rusia, Tajikistan, dan Kazakhstan.
Pengalamannya di level Eropa juga menjadi salah satu modal Mitkov. Ia tercatat pernah tampil lima kali di UEFA Europa League ketika memperkuat Ludogorets Razgrad, salah satu klub besar Bulgaria.
Dengan pengalaman tersebut, Mitkov tentu menjadi pemain yang patut diperhitungkan PSS saat pertandingan berlangsung. Namun, Huistra justru melihat timnya memiliki kualitas lini depan yang lebih baik.
PSS Punya Tocantins dan Fornazari
PSS Sleman musim ini memiliki dua pilihan utama di lini depan, yakni Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari. Tocantins bukan nama asing di kompetisi sepak bola Indonesia karena telah memiliki pengalaman panjang bermain di Tanah Air.
Penyerang asal Brasil tersebut juga menjadi salah satu pemain yang konsisten menjadi pencetak gol terbanyak PSS Sleman dalam dua musim terakhir. Pengalamannya berkompetisi di Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki lini depan Super Elang Jawa.
Sementara itu, PSS mendatangkan Matheus Fornazari pada musim ini untuk menambah kekuatan di lini depan. Penyerang dengan tinggi badan mencapai 2,03 meter tersebut menawarkan karakter berbeda melalui kemampuan duel udara.
Kualitas Fornazari dalam duel udara bahkan langsung terlihat pada pertandingan debutnya bersama PSS ketika menghadapi Bali United pada akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, ia memenangkan delapan duel udara atau mencatatkan 100% aerial duel, baik ketika berada di kotak penalti lawan maupun saat membantu tim di area pertahanan.
Kombinasi pengalaman Tocantins dan kekuatan fisik Fornazari membuat Huistra percaya diri. Pelatih asal Belanda itu secara tegas menilai kedua penyerangnya lebih baik dibandingkan striker Madura United.
"Penyerang kami lebih bagus. Kita punya dua, dua yang lebih baik," tegasnya.
"Kita punya Tocantins, kita punya Matheus, jadi menurut saya mereka lebih bagus," tandas Huistra.
Posisi Tocantins Masih Jadi Teka-teki
Meski memiliki Tocantins sebagai penyerang berpengalaman, Huistra sebelumnya tidak menempatkan pemain tersebut di posisi striker utama. Pada pertandingan pekan lalu, Tocantins dimainkan lebih fleksibel di belakang Matheus Fornazari.
Peran tersebut membuat Tocantins dapat bergerak lebih bebas sekaligus menarik pemain bertahan lawan keluar dari zona pertahanan. Ia juga aktif turun untuk meminta bola dari lini tengah.
Skema tersebut menjadi salah satu opsi yang dimiliki Huistra dalam menyusun lini serangnya. Namun, ketika ditanya apakah Tocantins akan kembali dimainkan di posisi aslinya saat menghadapi Madura United, Huistra belum memberikan kepastian.
"Kita lihat saja nanti. Kita lihat saja. Kita masih punya beberapa hari untuk memutuskan. Kita akan lihat nanti," tegasnya.
Huistra juga membuka kemungkinan melakukan perubahan dalam susunan pemain ketika PSS menjamu Madura United. Menurutnya, perubahan tersebut bisa saja dilakukan setelah melihat kondisi tim dan kebutuhan pertandingan.
"Mungkin akan ada beberapa perubahan, mungkin," tuturnya.
Meski demikian, Huistra belum memastikan area mana yang akan mengalami perubahan. Pelatih PSS tersebut masih memiliki waktu untuk menentukan komposisi terbaik sebelum pertandingan digelar.
"Kalau itu saya belum tahu, kita masih punya beberapa hari lagi. Saya harus selalu berhati-hati dengan hal-hal seperti ini karena kita tahu kita punya opsi yang berbeda," jelasnya.
Banyak Opsi untuk Hadapi Madura United
Salah satu keuntungan yang dimiliki Huistra menjelang pertandingan adalah banyaknya opsi pemain yang tersedia. Selain memiliki sejumlah pemain pengganti dengan kualitas yang dinilai baik, beberapa pemain yang sebelumnya mengalami cedera juga sudah kembali bergabung dengan skuad.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Huistra untuk melakukan perubahan komposisi apabila diperlukan. Ia tidak hanya memiliki pilihan di lini depan, tetapi juga bisa menyesuaikan susunan pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan.
"Kami memiliki pemain-pemain pengganti yang baik. Beberapa pemain baru kembali dari cedera juga pemain yang bagus. Jadi kami punya opsi untuk melakukan perubahan," tuturnya.
Namun, perubahan komposisi bukan semata-mata untuk mengganti pemain. Huistra menekankan keseimbangan tim menjadi pertimbangan utama dalam menentukan susunan pemain menghadapi Madura United.
"Mungkin satu atau dua posisi akan diganti. Kami mencari keseimbangan dalam tim, dan saya pikir itu yang paling penting," tukasnya.
Pertandingan PSS Sleman vs Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), pun berpotensi menjadi panggung bagi lini depan kedua kesebelasan. Di satu sisi, Madura United memiliki Mitkov yang baru saja mencetak brace dalam debutnya.
Di sisi lain, PSS memiliki duet Tocantins dan Fornazari yang menjadi sumber kepercayaan diri Huistra. Tinggal menunggu bagaimana pelatih PSS meramu keduanya untuk menghadapi kekuatan Madura United pada pertandingan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
2

















































