Potong Hewan Kurban Bisa Picu Infeksi Kulit, Dokter Bagikan Tips Aman

9 hours ago 7

Potong Hewan Kurban Bisa Picu Infeksi Kulit, Dokter Bagikan Tips Aman

Suasana pemotongan hewan kurban di Masjid Ar-Rahmah, Wedomartani, Kapanewon Ngemplak./Harian Jogja-Anisatul Umah

Harianjogja.com, JAKARTA — Aktivitas penyembelihan dan pengolahan daging hewan kurban saat Iduladha ternyata menyimpan risiko kesehatan yang kerap diabaikan. Paparan darah, kotoran, hingga cairan tubuh hewan dapat memicu iritasi kulit hingga infeksi serius jika tidak ditangani dengan benar.

Dermatolog dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV mengingatkan pentingnya perlindungan diri bagi para petugas kurban. Menurutnya, penggunaan alat pelindung bukan sekadar formalitas, tetapi langkah utama untuk mencegah masalah kulit.

“Gunakan sarung tangan tahan air, sepatu bot, serta pakaian lengan panjang. Hindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh hewan,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (22/5/2026).

Ia juga menekankan agar luka sekecil apa pun tidak dianggap remeh. Luka terbuka bisa menjadi pintu masuk bakteri berbahaya.

“Jika ada luka di tangan, sebaiknya ditutup dengan plester tahan air sebelum mulai bekerja,” tambahnya.

Risiko Infeksi yang Mengintai

Lingkungan penyembelihan yang lembap dan kurang higienis dapat meningkatkan risiko infeksi kulit. Beberapa penyakit yang bisa muncul antara lain impetigo, selulitis, folikulitis, hingga abses kulit.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, terdapat risiko zoonosis—penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Meski jarang terjadi, risiko ini meningkat jika kebersihan tidak dijaga dan terdapat luka terbuka.

Kelompok dengan daya tahan tubuh lebih rendah juga disebut lebih rentan mengalami infeksi saat terpapar kondisi tersebut.

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Untuk meminimalkan risiko, dr. Arini menyarankan petugas kurban mempertimbangkan vaksinasi tetanus sebelum bertugas. Selain itu, penting untuk menjaga kebiasaan sederhana seperti tidak menyentuh wajah, mata, atau mulut saat bekerja.

Setelah proses penyembelihan selesai, kebersihan diri harus segera dipulihkan.

“Segera cuci tangan dan bersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran,” jelasnya.

Jika terjadi iritasi kulit, langkah pertama adalah membersihkan area tersebut dengan air mengalir dan sabun lembut, lalu mengeringkannya dan menggunakan pelembap.

Pada kondisi lebih berat—seperti muncul kemerahan, rasa perih, atau gatal hebat—penggunaan krim antiinflamasi dapat dilakukan sesuai anjuran dokter.

Penanganan Luka yang Tepat

Selain iritasi, risiko luka akibat alat potong juga cukup tinggi. Jika terjadi luka, langkah awal yang harus dilakukan adalah menghentikan pendarahan dengan menekan area luka menggunakan kasa atau kain bersih.

Setelah itu, luka perlu dibersihkan dengan air mengalir dan antiseptik ringan, lalu ditutup menggunakan perban steril.

Namun, jika luka cukup dalam, perdarahan sulit berhenti, atau muncul tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri hebat, hingga demam, maka penanganan medis harus segera dilakukan.

Dengan penerapan langkah perlindungan yang tepat, aktivitas kurban dapat tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan kesehatan. Kesadaran menjaga kebersihan dan keamanan menjadi kunci utama agar perayaan Iduladha tetap aman dan nyaman bagi semua pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news