Pesan Fadly Amran ke Bundo Kanduang IKTD Sumbar, Harus Jadi Garda Terdepan Ketahanan Keluarga

14 hours ago 8

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF — Peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus merawat nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau dinilai semakin strategis di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, keberadaan Bundo Kanduang tidak hanya diharapkan menjadi simbol pelestari adat, tetapi juga tampil sebagai kekuatan sosial yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam Pengukuhan Pengurus Bundo Kanduang Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Sumatera Barat (Sumbar) masa bakti 2026-2031 yang digelar di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Rabu (29/7/2026).

Pengukuhan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Menguatkan Peran Bundo Kanduang sebagai Penjaga Adat, Pendidik Generasi, dan Penggerak Kemajuan.”

Wali Kota Padang yang juga Ketua Umum IKTD Sumbar, Fadly Amran, secara resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan Bundo Kanduang IKTD Sumbar untuk menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan.

Dalam kepengurusan tersebut, Efrida Aziz dipercaya sebagai Ketua Umum Bundo Kanduang IKTD Sumbar. Ia didampingi Fauziah Zainin sebagai Ketua I, Jusmaniar sebagai Ketua II, Yanthi Yoshefa Koto sebagai Ketua III, Nelvi Nizar sebagai Sekretaris, dan Efriyetti sebagai Bendahara.

Sebanyak 52 orang pengurus turut dikukuhkan untuk mengisi berbagai bidang organisasi. Mereka diharapkan mampu menerjemahkan tema kepengurusan ke dalam program kerja yang tidak berhenti pada pelestarian adat secara seremonial, tetapi juga menyentuh kebutuhan keluarga dan masyarakat secara langsung.

Fadly Amran mengatakan, pengukuhan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat keberadaan Bundo Kanduang sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat Minangkabau.

Menurut dia, silaturahmi antarsesama perantau harus terus dirawat karena menjadi modal penting untuk mempererat persatuan keluarga besar IKTD. Ikatan tersebut, kata Fadly, tidak hanya berguna untuk menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga dapat menjadi energi bersama dalam mendorong kemajuan daerah, baik di kampung halaman Tanah Datar maupun Sumatera Barat secara umum.

“Selamat atas pengukuhan Pengurus Bundo Kanduang IKTD Sumbar masa bakti 2026-2031. Semoga Bundo Kanduang semua mampu menjalankan program kerja organisasi dengan baik, mempererat persatuan keluarga besar IKTD, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau,” ujar Fadly.

Ia menekankan, perempuan mempunyai posisi yang sangat penting dalam membangun fondasi keluarga. Dari keluarga, nilai-nilai kehidupan, karakter, etika, hingga kebiasaan anak pertama kali dibentuk. Karena itu, penguatan peran perempuan menjadi salah satu kunci dalam membangun generasi yang tangguh.

Fadly berharap Bundo Kanduang IKTD Sumbar dapat mengambil peran lebih besar dalam menghadapi persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, program organisasi ke depan perlu diarahkan pada kegiatan yang konkret dan memberikan manfaat nyata. Sejumlah persoalan seperti pola asuh anak, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba hingga penyimpangan perilaku harus menjadi perhatian bersama.

“Kami mendorong Bundo Kanduang IKTD Sumbar menghadirkan program yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial. Pemerintah Kota (Pemko) Padang siap berkolaborasi dan bersinergi menyukseskannya,” tegasnya.

Fadly menilai kolaborasi antara organisasi perempuan dengan pemerintah sangat diperlukan agar berbagai program pemberdayaan dan penguatan keluarga dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah memiliki kebijakan dan program, sementara organisasi kemasyarakatan memiliki kedekatan dengan keluarga dan komunitas.

Sinergi keduanya diharapkan mampu menciptakan gerakan sosial yang lebih luas, terutama dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat, mendidik, serta mampu menjadi benteng bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Di sisi lain, nilai-nilai adat Minangkabau juga harus tetap menjadi fondasi dalam menjalankan peran tersebut. Bundo Kanduang sebagai salah satu unsur penting dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan nilai adat sekaligus menyesuaikannya dengan tantangan zaman.

Apalagi, perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial telah membawa tantangan baru bagi keluarga. Anak-anak dan remaja kini berhadapan dengan lingkungan yang jauh lebih terbuka dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi tersebut menuntut keluarga memiliki kemampuan lebih kuat dalam mendampingi, mendidik, sekaligus memberikan teladan.

Dalam konteks itulah Bundo Kanduang diharapkan dapat mengambil posisi sebagai penggerak yang hadir di tengah masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, yang hadir mewakili Gubernur Sumbar, memberikan apresiasi atas pengukuhan kepengurusan Bundo Kanduang IKTD Sumbar periode 2026-2031.

Ia berharap kepengurusan baru dapat semakin memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam menjaga adat dan budaya, sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga.

Arry juga mendorong Bundo Kanduang untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif organisasi masyarakat dan kelompok perempuan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai program pembangunan memiliki dampak yang lebih luas dan menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

“Semoga kepengurusan yang baru ini mampu memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam melestarikan adat dan budaya, memperkokoh ketahanan keluarga, serta mempererat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat demi mendukung kemajuan pembangunan di Sumatera Barat,” kata Arry.

Pengukuhan tersebut juga dihadiri Ketua TP-PKK Sumbar Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati, serta Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran yang juga dipercaya sebagai Penasehat Bundo Kanduang IKTD Sumbar.

Turut hadir jajaran pengurus dan Dewan Pakar IKTD Sumbar, para pembina dan penasehat Bundo Kanduang IKTD Sumbar, serta pengurus 34 organisasi komunitas perempuan se-Sumbar.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan tidak dapat berjalan sendiri. Bundo Kanduang membutuhkan jejaring dan kolaborasi dengan berbagai organisasi, pemerintah, tokoh adat, serta komunitas masyarakat agar program yang dijalankan memiliki jangkauan dan dampak yang lebih besar.

Ketua Umum Bundo Kanduang IKTD Sumbar, Efrida Aziz, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak sehingga proses pengukuhan dapat terlaksana dengan baik.

Ia mengatakan, sebanyak 52 orang yang dikukuhkan akan menjadi bagian dari kepengurusan yang bertugas menjalankan roda organisasi selama periode 2026-2031.

Efrida menegaskan, Bundo Kanduang IKTD Sumbar berkomitmen membangun organisasi yang solid, aktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bundo Kanduang IKTD Sumbar siap untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Efrida, amanah kepengurusan lima tahun ke depan bukan sekadar tanggung jawab organisatoris, melainkan juga bagian dari upaya menjaga marwah perempuan Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

Bundo Kanduang, lanjutnya, harus mampu menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi, membangun kepedulian sosial, melestarikan adat dan budaya, serta ikut membentuk generasi yang memiliki karakter dan jati diri.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Bundo Kanduang IKTD Sumbar diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai agenda pembangunan sosial. Tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai adat yang diwariskan para pendahulu, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan program yang relevan.

Lima tahun masa bakti kepengurusan baru pun diharapkan menjadi ruang bagi Bundo Kanduang untuk memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, dan memastikan nilai-nilai Minangkabau tetap hidup dalam keluarga serta tumbuh bersama generasi muda.

Dengan semangat tersebut, pengukuhan Bundo Kanduang IKTD Sumbar 2026-2031 menjadi lebih dari sekadar pergantian dan pengesahan kepengurusan. Momentum itu sekaligus menegaskan kembali posisi perempuan sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga adat, membangun keluarga, mendidik generasi, dan ikut menggerakkan kemajuan Sumatera Barat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news