KLIKPOSITIF- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) memicu keluhan dari masyarakat di Sumatera Barat. Kenaikan yang mencapai Rp3.950 per liter itu dinilai semakin membebani pengeluaran warga, terutama di tengah sulitnya mendapatkan Pertalite di sejumlah daerah.
Fadly (25), seorang fresh graduate di Padang asal Kabupaten Pesisir Selatan, mengaku terkejut saat mengetahui harga Pertamax melonjak hingga Rp16.250 per liter.
“Jujur, saya terkejut ketika membaca berita. Naiknya tidak tanggung-tanggung menjadi Rp16.250 per liter,” ungjap Fadly kepada Katasumbar, grup Klikpositif.com.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan berdampak langsung terhadap biaya transportasi masyarakat. Selama ini, Pertamax menjadi pilihan alternatif ketika Pertalite kosong atau antrean di SPBU terlalu panjang.
“Jujur, sangat memberatkan. Karena Pertalite di SPBU sering kosong. Apalagi di Pessel, kampung saya,” terangnya.
Keluhan serupa disampaikan Beni (26), seorang musisi di Kota Padang. Ia menilai kenaikan harga Pertamax akan berdampak pada seluruh lapisan masyarakat, terutama ketika pasokan Pertalite masih kerap mengalami kendala.
Menurutnya, Pertamax selama ini menjadi solusi saat masyarakat tidak mendapatkan Pertalite. Namun dengan harga terbaru, selisih biaya yang harus dikeluarkan menjadi semakin besar.
“Kalau saat ini kita terdesak tidak bisa beli Pertalite, biaya untuk membeli Pertamax hampir setara dua kali lipat harga Pertalite,” ujarnya.
Beni berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga BBM di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu.
“Pemerintah harus hadir di sini. Kalau tidak, tentu akan semakin menyulitkan masyarakat, terutama kami yang bekerja di lapangan. Pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran,” katanya.
Netizen Ikut Mengeluh
Kenaikan harga Pertamax juga memicu berbagai reaksi di media sosial. Sejumlah warganet menyuarakan keluhannya, terutama terkait sulitnya mendapatkan Pertalite di Kabupaten Pesisir Selatan.
Salah satu komentar datang dari akun Instagram @andrasoeripta yang menyoroti kondisi pasokan Pertalite di daerah tersebut.
“Alah Pertalite payah di Pasisia (Pessel), Pertamaxnyo bae naiak. Awak kalau baliak Pasisia dari Padang, bali Pertamax di Pertashop. Mode ko bialah bali Pertalite enceran,” tulisnya.
Komentar lain disampaikan akun @restuyxtsc_29 yang menilai kondisi saat ini semakin menyulitkan masyarakat.
“Yo lah kacau mah, Pertalite payah mancari e kini, Pertamax lah nyo naik an pulo. Yo kacau negara ko kini,” tulisnya.
Pertamax Naik Rp3.950 per Liter
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026.
Berdasarkan informasi dari Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat Rp3.950 per liter.
Kenaikan ini menjadi penyesuaian pertama Pertamax setelah sebelumnya harga produk tersebut dipertahankan meski harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan akibat memanasnya konflik Israel-Iran sejak akhir Februari 2026.
Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

16 hours ago
3


















































