Seorang jemaah haji dan keluarganya tampak menangis haru di Masjid Agung Sleman sebelum berangkat ke Embarkasi Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Rabu (22/4/2026). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 354 jemaah haji asal Kabupaten Sleman yang tergabung dalam kloter II resmi diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Yogyakarta International Airport, Rabu (22/4/2026), menandai penggunaan embarkasi tersebut untuk pertama kalinya bagi jemaah Sleman.
Sebelum keberangkatan, para jemaah mengikuti prosesi pelepasan di Masjid Agung Sleman yang dihadiri jajaran pemerintah daerah.
Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Sleman, Siti Bahronah, menjelaskan bahwa keberangkatan tahun ini menjadi momen penting karena sebelumnya jemaah Sleman diberangkatkan melalui embarkasi Solo.
“Hari ini ada enam petugas yang turut mendampingi rombongan ke Makkah,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah dan petugas haji asal Sleman tahun 2026 mencapai 1.540 orang, terdiri atas 1.508 jemaah dan sisanya petugas. Mereka dibagi dalam empat kloter utama, ditambah satu kloter sapu jagad sekitar 100 orang yang dijadwalkan berangkat paling akhir pada 20 Mei 2026.
Pemberangkatan dari DIY dilakukan bertahap melalui Bandara YIA dengan skema satu kloter setiap hari. Kloter pertama berasal dari Kulonprogo, disusul kloter II dari Sleman. Berikutnya, kloter III dijadwalkan berangkat Jumat, kloter IV Sabtu, dan kloter V Minggu. Selain itu, kloter 26 juga akan diberangkatkan sesuai jadwal lanjutan.
Pelepasan kloter II dilakukan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bersama unsur terkait.
Dari sisi usia, jemaah termuda tercatat berusia 19 tahun atas nama Hasban Shamdanie Rahman dari KBIH Sunan Pandanaran yang masuk kloter IV. Sementara jemaah tertua adalah Muhdiharjo Kawit (97) dari KBIHU Arraudhah yang diberangkatkan pada kloter II dan dilaporkan dalam kondisi sehat.
Siti menegaskan seluruh jemaah telah melalui proses pemeriksaan kesehatan (istitaah) sebelum pelunasan biaya haji. Pemeriksaan ulang juga dilakukan di embarkasi guna memastikan kondisi jemaah layak terbang.
“Jika dinyatakan tidak layak, maka jemaah akan dipulangkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem di Tanah Suci, merujuk pengalaman tahun sebelumnya saat suhu di Makkah cukup tinggi.
Salah satu jemaah, Agus Sulistya (55), warga Kapanewon Tempel, mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia telah melakukan berbagai persiapan sejak enam bulan terakhir, mulai dari manasik hingga kesiapan fisik.
Agus juga mendampingi orang tuanya yang berusia 85 tahun melalui skema penggabungan mahram. Ia menyebut telah menerima informasi awal sejak enam bulan sebelum pengumuman resmi, dengan kepastian keberangkatan pada Desember 2025 dan pelunasan dilakukan Januari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
5

















































