Jumali Selasa, 04 Agustus 2026 23:17 WIB

Kapal tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden dramatis terjadi di Selat Inggris ketika sebuah perahu yang mengangkut ratusan migran terbakar saat berupaya menyeberang menuju Inggris. Beruntung, operasi penyelamatan gabungan yang melibatkan otoritas Prancis dan Inggris berhasil mengevakuasi seluruh penumpang tanpa adanya laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Sebanyak 157 migran berhasil diselamatkan setelah mesin perahu yang mereka gunakan mengalami kebakaran pada Selasa (4/8/2026) pagi. Informasi tersebut disampaikan oleh Prefektur Maritim Prancis untuk Selat Inggris dan Laut Utara.
Seluruh migran yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menuju Pelabuhan Boulogne-sur-Mer, Prancis, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut setelah melalui perjalanan yang berisiko tinggi di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Menurut keterangan otoritas Prancis yang dikutip BBC, perahu tersebut berangkat dari wilayah pesisir Prancis pada Senin malam dengan tujuan mencapai Inggris. Sejak awal perjalanan, kondisi di atas kapal sudah memunculkan kekhawatiran aparat yang melakukan pemantauan di kawasan perairan tersebut.
Sepanjang malam, lima orang di atas kapal sempat meminta bantuan kepada petugas penyelamat. Kelimanya berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam operasi awal yang dilakukan di tengah laut.
Namun, sebagian besar migran lainnya memilih tetap melanjutkan perjalanan meski telah ditawari bantuan oleh kapal patroli Prancis. Fenomena semacam ini kerap terjadi dalam upaya penyeberangan ilegal menuju Inggris, di mana para migran enggan menghentikan perjalanan kecuali dalam kondisi yang benar-benar darurat.
Dalam pernyataan resminya, Prefektur Maritim Prancis menjelaskan bahwa para migran yang menggunakan perahu kecil umumnya tetap berusaha mencapai Inggris dan hanya menerima bantuan ketika keselamatan mereka benar-benar terancam.
Saat itu, otoritas menilai perahu yang digunakan memiliki tingkat kerentanan tinggi atau mengalami kerapuhan struktural. Meski demikian, petugas tidak melakukan intervensi lebih jauh karena para penumpang masih memilih meneruskan perjalanan.
Situasi berubah drastis pada Selasa pagi ketika mesin perahu tiba-tiba terbakar. Kebakaran tersebut menyebabkan kondisi kapal memburuk dalam waktu singkat dan meningkatkan risiko bagi seluruh penumpang yang berada di atasnya.
Melihat situasi darurat tersebut, otoritas Prancis dan Inggris segera mengerahkan sejumlah armada penyelamat untuk melakukan evakuasi massal.
Operasi penyelamatan melibatkan kapal-kapal dari kedua negara, termasuk kapal penyelamat RNLI Eastbourne milik Inggris serta kapal Penjaga Perbatasan Inggris BSC Contender dan BSC Courageous.
Dua kapal milik Prancis berhasil mengevakuasi 103 migran. Sementara itu, armada Inggris menyelamatkan 54 orang lainnya. Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke kapal yang lebih aman sebelum dibawa menuju Boulogne-sur-Mer.
Otoritas memperkirakan rombongan migran tersebut tiba di pelabuhan sekitar pukul 12.30 waktu setempat untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lanjutan.
Sebelumnya, Penjaga Pantai Inggris juga mengonfirmasi adanya insiden kapal terbakar di wilayah pencarian dan penyelamatan yang berada di bawah koordinasi Prancis. Dalam keterangannya, mereka menyebut sejumlah kapal Inggris ikut dikerahkan guna membantu proses evakuasi di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya yang dihadapi para migran yang mencoba menyeberangi Selat Inggris menggunakan perahu-perahu kecil. Jalur tersebut dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu rute migrasi paling berisiko di Eropa karena tingginya lalu lintas kapal, kondisi cuaca yang kerap berubah, serta penggunaan perahu yang sering kali tidak memenuhi standar keselamatan.
Insiden tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintah Inggris untuk menekan jumlah migran yang memasuki wilayahnya melalui jalur laut. Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Andy Burnham menegaskan pemerintah akan bertindak tanpa henti untuk mengurangi kedatangan migran menggunakan perahu kecil.
Meski seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam insiden kali ini, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa krisis migrasi lintas Selat Inggris masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama oleh Prancis dan Inggris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
2

















































