
Serat Kekancingan. - Kratonjogja.id
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) masih menunggu terbitnya kekancingan atau izin resmi dari Kraton Jogja untuk memanfaatkan lahan di kawasan Alun-Alun Utara sebagai lokasi pos pemadam kebakaran baru.
Kehadiran pos tersebut diproyeksikan memperkuat layanan pemadaman kebakaran, khususnya di kawasan Keraton dan wilayah barat daya Kota Jogja yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Kepala Damkarmat Kota Jogja, Taokhid, mengatakan komunikasi dengan pihak Kraton Jogja telah berjalan. Bahkan, pihak Kraton telah memberikan sinyal positif dengan mengarahkan lokasi yang dapat dimanfaatkan di sisi utara Alun-Alun Utara.
Meski demikian, hingga kini persetujuan resmi melalui kekancingan belum diterbitkan sehingga pemanfaatan lahan belum dapat dilakukan.
"Lokasinya juga sudah diarahkan di sekitar Alun-Alun Utara sisi utara. Hanya saja sampai sekarang belum ada finalisasi secara formal atau kekancingan, sehingga kami belum berani memanfaatkan lokasi tersebut," katanya, Rabu (5/8/2026).
Pos Baru Jadi Prioritas
Menurut Taokhid, skema kerja sama yang disiapkan cukup sederhana. Kraton Jogja akan menyediakan lokasi, sedangkan Damkarmat Kota Jogja menyiapkan personel beserta seluruh sarana dan prasarana operasional yang dibutuhkan.
Rencana penambahan pos tersebut mengacu pada Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK). Berdasarkan kajian tersebut, Kota Jogja idealnya memiliki empat pos pemadam kebakaran. Saat ini baru terdapat dua pos sehingga masih dibutuhkan dua pos tambahan untuk memperluas cakupan pelayanan.
Selain kawasan Kraton Jogja, kebutuhan pos baru juga berada di wilayah Giwangan. Lokasi tersebut diproyeksikan memperkuat layanan pemadam kebakaran di sisi tenggara Kota Jogja, meski hingga kini lokasi pastinya masih belum ditetapkan.
Antisipasi Dampak Kepadatan Lalu Lintas
Taokhid menjelaskan keberadaan pos tambahan juga menjadi langkah antisipasi terhadap meningkatnya kepadatan lalu lintas ketika jaringan jalan tol nantinya terhubung dengan Kota Jogja. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi waktu tanggap petugas menuju lokasi kebakaran.
"Strategi terbaik adalah mendekatkan titik layanan. Semakin dekat pos pemadam dengan masyarakat, semakin cepat pula waktu respons penanganan kebakaran," ujarnya.
Ia memastikan kesiapan sumber daya manusia maupun armada bukan menjadi kendala dalam rencana penambahan pos tersebut.
Saat ini Damkarmat Kota Jogja memiliki 87 personel operasional dengan armada yang dinilai mencukupi untuk mendukung operasional hingga tiga pos pemadam kebakaran.
"Kalau personel dan armada sebenarnya sudah memungkinkan. Yang kami tunggu sekarang adalah kepastian lokasi melalui kekancingan dari Keraton. Setelah itu baru kami mengusulkan anggaran untuk melengkapi fasilitas di dalam markas," katanya.
Bangunan Cagar Budaya Tetap Dipertahankan
Taokhid menegaskan bangunan yang nantinya dimanfaatkan di kawasan Kraton Jogja merupakan bangunan cagar budaya. Karena itu, tidak akan dilakukan pembangunan baru maupun perubahan pada bagian luar bangunan.
Damkarmat Kota Jogja hanya akan melakukan penyesuaian pada bagian interior agar bangunan tersebut dapat difungsikan sebagai markas operasional tanpa mengubah karakter bangunan cagar budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

12 hours ago
6

















































