PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mematangkan rencana penataan dan modernisasi kawasan Pasar Raya Padang sebagai upaya menghidupkan kembali denyut ekonomi pusat perdagangan terbesar di ibu kota Sumatera Barat tersebut. Melalui Dinas Perdagangan Kota Padang, sosialisasi sekaligus dialog bersama para pedagang digelar di Lantai III Fase VII Pasar Raya Padang, Minggu (24/5/2026).
Pertemuan itu dihadiri langsung Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, bersama para pedagang dari kawasan Sandang Pangan, Fase II, Gang Bemo, serta pedagang yang menempati Blok II dan Blok III Pasar Raya Padang.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang dinilai penting oleh pemerintah kota untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan pedagang mengenai arah pengembangan Pasar Raya ke depan. Tidak hanya menyasar pembenahan fisik, program tersebut juga diarahkan pada digitalisasi pasar tradisional agar aktivitas perdagangan menjadi lebih modern dan kompetitif.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan pemerintah saat ini tengah fokus melakukan penataan di sejumlah titik strategis Pasar Raya yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Saat ini Pemerintah Kota Padang memiliki program penataan serta perbaikan sarana dan prasarana di Pasar Raya. Fokus utamanya adalah kawasan Jalan Sandang Pangan, serta bagian basement Blok II dan Blok III,” ujar Fizlan.
Menurutnya, pembenahan tidak hanya menyentuh aspek tampilan kawasan, tetapi juga fasilitas dasar yang selama ini menjadi kebutuhan utama para pedagang maupun pengunjung pasar. Salah satu konsep yang tengah disiapkan yakni menghadirkan ikon baru berupa air mancur untuk mempercantik kawasan Pasar Raya sekaligus menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan sejumlah perbaikan mendasar di Blok II dan Blok III, mulai dari sistem drainase, penerangan, hingga sirkulasi udara di area pasar.
“Untuk Blok II dan Blok III, kita akan lakukan berbagai perbaikan mulai dari sistem drainase, penerangan yang lebih layak, hingga pengaturan sirkulasi udara agar pedagang dan pembeli merasa nyaman,” katanya.
Dalam proses sosialisasi tersebut, sejumlah pedagang menyampaikan berbagai tanggapan yang beragam. Ada yang mendukung penuh rencana modernisasi, namun tidak sedikit pula yang menyampaikan penolakan maupun kekhawatiran terhadap dampak penataan terhadap aktivitas usaha mereka sehari-hari.
Menanggapi hal itu, Fizlan menegaskan bahwa seluruh aspirasi pedagang akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat. Ia menilai dinamika yang muncul dalam proses sosialisasi merupakan hal yang wajar dan justru menunjukkan adanya kepedulian pedagang terhadap masa depan Pasar Raya Padang.
“Pedagang tentu ada yang menyampaikan penolakan, masukan, maupun saran. Bagi kami, resistensi tersebut justru menjadi masukan berharga. Kami di Dinas Perdagangan akan menggunakannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan terbaik yang tepat sasaran,” ucapnya.
Ia memastikan Pemerintah Kota Padang tidak akan mengambil langkah secara sepihak dalam menjalankan program penataan tersebut. Menurutnya, kepentingan dan kesejahteraan pedagang tetap menjadi prioritas utama dalam proses modernisasi Pasar Raya.
Pemerintah berharap penataan kawasan nantinya mampu mengembalikan kejayaan Pasar Raya Padang sebagai pusat perdagangan utama yang ramai dikunjungi masyarakat. Dengan kondisi pasar yang lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman, transaksi ekonomi diharapkan kembali tumbuh dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Niat kita satu, yaitu menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di Pasar Raya Padang. Dengan sarana yang lebih baik dan rapi, kita berharap bisa menggaet kembali minat pengunjung untuk datang dan meramaikan transaksi jual-beli di sini,” tutup Fizlan.

6 hours ago
4


















































