PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan nonformal melalui penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Upaya tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tahap I di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yaya Sutarya, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yohana Rumanda, Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova beserta jajaran, para fasilitator Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) dan SPMI, serta operator LKP dari Kota Padang dan Bukittinggi.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menekankan bahwa lembaga kursus dan pelatihan memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan nonformal. Menurutnya, keberadaan LKP mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Karena itu, kata dia, kualitas penyelenggaraan lembaga kursus harus terus diperkuat melalui sistem penjaminan mutu yang terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap lulusan yang dihasilkan benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
“Penerapan SPMI merupakan langkah penting untuk memastikan layanan pendidikan dan pelatihan berjalan sesuai standar. Mutu lembaga kursus akan menentukan kualitas lulusannya, sehingga melahirkan generasi yang terampil, produktif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa maupun daerah,” ujar Maigus.
Ia menambahkan, penguatan mutu lembaga kursus juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mengurangi angka pengangguran. Menurutnya, semakin baik kualitas pelatihan yang diberikan, maka semakin besar pula peluang lulusan untuk terserap di dunia kerja.
“Lembaga kursus dan pelatihan merupakan salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran. Potensi kerja di luar negeri sangat besar, sehingga peningkatan kualitas dan penjaminan mutu lembaga menjadi hal yang sangat penting,” katanya.
Maigus juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pendampingan SPMI yang mengangkat tema “Baiknya Kursus, Baiknya Masa Depan”. Ia menilai tema tersebut selaras dengan visi Pemerintah Kota Padang dalam membangun kualitas pendidikan yang mampu menghasilkan tenaga kerja profesional dan berdaya saing global.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan sinergi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem pendidikan vokasi dan nonformal semakin kuat.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa pendampingan SPMI merupakan bagian dari transformasi besar sistem penjaminan mutu pendidikan nonformal di Indonesia.
Ia mengatakan, mulai tahun 2026 pelaksanaan SPMI beserta evaluasi kinerja LKP menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan. Proses tersebut didukung oleh sistem digital Sistem Penjaminan Mutu Terpadu Lembaga Kursus (Si Permata) yang akan menjadi instrumen utama dalam pelaksanaan evaluasi mutu secara berkelanjutan.
“Mulai 2026, pelaksanaan SPMI dan evaluasi kinerja LKP menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dengan dukungan sistem digital yakni Sistem Penjaminan Mutu Terpadu Lembaga Kursus (Si Permata). Melalui sistem tersebut, setiap lembaga wajib melakukan evaluasi diri sebagai dasar peningkatan mutu dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan,” jelas Yaya.
Ia menegaskan, budaya mutu tidak dapat dibangun secara instan, melainkan melalui evaluasi yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Karena itu, setiap lembaga kursus diharapkan mampu melakukan pemetaan terhadap kondisi internalnya sebagai dasar penyusunan program peningkatan kualitas.
Lebih lanjut, Yaya mengungkapkan bahwa hasil evaluasi kinerja nantinya menjadi syarat utama bagi lembaga kursus yang akan mengikuti proses akreditasi melalui Komite Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal yang mulai dibentuk pada tahun ini.
“Hasil evaluasi kinerja nantinya menjadi syarat utama bagi lembaga kursus yang ingin mengikuti akreditasi melalui Komite Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal yang mulai dibentuk tahun ini. Karena itu, seluruh LKP didorong aktif menerapkan SPMI dan mengikuti proses evaluasi secara konsisten,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Bina Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Yohana Rumanda, menyampaikan bahwa pendampingan SPMI dirancang untuk membangun budaya mutu secara menyeluruh di setiap LKP.
Menurutnya, proses tersebut meliputi pemetaan mutu, penyusunan rencana peningkatan kualitas, pelaksanaan program perbaikan, hingga evaluasi secara berkelanjutan agar seluruh layanan pendidikan mampu memberikan hasil yang optimal.
“Melalui SPMI, setiap lembaga diharapkan mampu membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan sehingga kualitas layanan pendidikan dan pelatihan semakin meningkat serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia kerja,” kata Yohana.
Melalui kegiatan pendampingan ini, Pemerintah Kota Padang bersama Kemendikdasmen berharap seluruh LKP mampu mengimplementasikan budaya mutu secara konsisten. Dengan sistem penjaminan mutu yang berjalan baik, lembaga kursus diharapkan semakin dipercaya masyarakat, menghasilkan lulusan yang kompeten, serta berkontribusi dalam menciptakan tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

12 hours ago
5


















































