Pemko Padang Panjang Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Iduladha

9 hours ago 4

PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF – Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa (26/5/2026), di Ruang VIP Balai Kota sebagai langkah memperkuat pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Allex Saputra dan diikuti unsur TPID serta instansi terkait lainnya. Dalam arahannya, Wawako Allex menegaskan pengendalian inflasi menjadi perhatian penting Pemerintah Daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok harus terus dijaga agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat. “Melalui pertemuan ini kita berharap seluruh pihak dapat terus meningkatkan sinergi dan koordinasi, sehingga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor mulai dari pemerintah, distributor hingga pelaku usaha.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Rini Salmirawati menjelaskan, dalam HLM tersebut juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program TPID sekaligus membahas langkah antisipasi menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Iduladha.

Disebutkannya, Pemko telah menyusun peta jalan pengendalian inflasi daerah 2025–2027 sesuai Surat Keputusan Wali Kota. “Strategi pengendalian inflasi daerah dilakukan melalui konsep 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” jelasnya.

Rini menyebutkan, dari sejumlah program pengendalian inflasi yang direncanakan, masih terdapat beberapa kegiatan yang belum dapat direalisasikan tahun ini karena menyesuaikan kebijakan keuangan daerah, salah satunya subsidi transportasi untuk membantu ongkos distribusi logistik.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Padang Panjang Abdul Razi menjelaskan, pengukuran yang dilakukan di daerah berupa Indeks Perkembangan Harga (IPH), bukan inflasi daerah secara menyeluruh.
“IPH hanya menghitung 20 komoditas terpilih yang menjadi indikator perkembangan harga,” katanya.

Baca Juga

Ia menambahkan, sejumlah komoditas yang dominan mempengaruhi perkembangan harga di Padang Panjang selama 2025–2026 di antaranya cabai merah, daging ayam ras, bawang merah dan pisang.

Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Pusat Padang Panjang guna memastikan stok tetap aman dan harga terkendali menjelang Hari Raya Iduladha.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news