PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang Panjang terus mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana galodo (banjir bandang-red) melalui pembangunan 10 unit hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. Ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan di kawasan depan Rusunawa Kelurahan Tanah Hitam, Jumat (12/6/2026).
Peletakan batu pertama dilakukan Wali Kota Hendri Arnis didampingi Wakil Wali Kota Allex Saputra. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan Bank Nagari dan BRI, perwakilan PT Semen Padang, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Pembangunan huntap tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota dengan PT Semen Padang yang memanfaatkan teknologi SepaBlock atau bata interlock produksi Semen Padang sebagai material utama pembangunan.
Wawako Allex Saputra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan huntap tersebut. Menurutnya, kehadiran hunian tetap menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.
“Pembangunan huntap yang kita mulai hari ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Allex mengatakan, pembangunan huntap tahap ketiga ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Daerah dalam menyelesaikan proses penanganan pascabencana yang telah berjalan selama beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, apabila pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan seluruh unit selesai dalam beberapa bulan ke depan, maka Pemko akan semakin dekat dalam menuntaskan salah satu program prioritas pemulihan bagi masyarakat terdampak.
“Ini merupakan bagian dari komitmen Pemko dalam memberikan perlindungan dan memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak. Kami berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh penerima manfaat,” katanya.
Sebanyak 10 unit huntap dibangun dengan anggaran sekitar Rp80 juta per unit dan ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan.
Melalui pembangunan tersebut, Pemko berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman, aman, dan produktif.

9 hours ago
3


















































