PADANG PANJANG, KLIKPOSITIF — Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul menurunnya kualitas udara di wilayah tersebut akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.
Hendri Arnis mengatakan, kondisi kabut asap tidak hanya menyebabkan kualitas udara menurun, tetapi juga dapat mengganggu jarak pandang serta berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Kualitas udara di wilayah kita menurun akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Kabut asap ini mengandung partikel yang dapat membahayakan dan juga mengganggu penglihatan,” ujar Hendri Arnis, Senin, 7 September 2026.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Hendri mengimbau masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker.
Ia juga meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Menurutnya, masyarakat yang memungkinkan untuk bekerja dari rumah sebaiknya menahan diri untuk tidak bepergian selama kondisi udara masih kurang baik.
“Untuk aktivitas di luar rumah, wajib memakai masker. Jika tidak perlu keluar rumah, tahan diri untuk bekerja dari rumah,” katanya.
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi makanan bergizi setiap hari.
Sebelumnya, kualitas udara di Kota Padang Panjang berada pada rentang 67 hingga 93 AQI/ISPU, dengan kategori Sedang hingga Kurang Sehat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap dan partikel polutan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.
Pemerintah Kota Padang Panjang mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan guna menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.

6 hours ago
2


















































