PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Sebanyak 28 penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terdampak pembatalan pada Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya Notice to Airmen (NOTAM) penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Branch Communication & CSR Department Head, PT Angkasa Pura Indonesia (persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany mengatakan, berdasarkan data operasional penerbangan BIM yang diperbarui pada Senin pukul 12.00 WIB, terdapat 45 penerbangan yang tercatat dalam jadwal, terdiri dari 17 penerbangan yang tetap beroperasi dan 28 penerbangan yang dibatalkan.
“Dari 17 penerbangan yang tetap beroperasi, sebanyak delapan penerbangan merupakan kedatangan dan sembilan penerbangan merupakan keberangkatan. Sementara itu, dari 28 penerbangan yang dibatalkan, masing-masing terdiri atas 14 penerbangan kedatangan dan 14 penerbangan keberangkatan,” jelasnya.
Sejumlah maskapai yang penerbangannya terdampak pembatalan antara lain Lion Air, Citilink Indonesia, Pelita Air, Super Air Jet, Garuda Indonesia, dan Batik Air. Penerbangan Lion Air yang dibatalkan meliputi JT 353 rute Padang–Jakarta (CGK), JT 256 Jakarta–Padang, JT 257 Padang–Jakarta, dan JT 352 Jakarta–Padang.
Citilink Indonesia membatalkan delapan penerbangan, yakni QG 952, QG 953, QG 180, QG 181, QG 958, QG 959, QG 954, dan QG 955, yang melayani rute Padang dengan Jakarta (CGK) maupun Jakarta (HLP).
“Sementara itu, Pelita Air membatalkan empat penerbangan, yakni IP 350, IP 351, IP 354, dan IP 355. Super Air Jet juga membatalkan enam penerbangan, yakni IU 908, IU 907, IU 902, IU 815, IU 900, dan IU 901,” paparnya melalui pers rilis yang diterima Senin siang, 7 September 2026.
Adapun Garuda Indonesia tercatat membatalkan empat penerbangan, yaitu GA 160, GA 163, GA 162, dan GA 165. Sedangkan Batik Air membatalkan dua penerbangan, yakni ID 7109 dan ID 7108.
Di tengah pembatalan tersebut, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau masih tetap beroperasi. Penerbangan yang beroperasi antara lain melayani rute Batam, Kuala Lumpur, Gunungsitoli, Kualanamu, dan Lhokseumawe.
“Untuk penerbangan internasional, sejumlah penerbangan rute Padang–Kuala Lumpur maupun sebaliknya masih tercatat beroperasi. Sementara itu, penerbangan Padang–Jeddah juga dijadwalkan tetap berangkat,” terangnya.
Data tersebut merupakan pembaruan kondisi penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau pada Senin, 7 September 2026 pukul 12.00 WIB. Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan diimbau untuk berkoordinasi dengan maskapai masing-masing terkait perubahan jadwal, pengembalian tiket, maupun opsi penerbangan selanjutnya.

4 hours ago
2

















































