Pemko Padang Dorong UMKM Adaptif di Era Digital, 47 Ribu Pelaku Usaha Didorong Naik Kelas

6 hours ago 4

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar mampu bertahan, berkembang, dan meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital dalam bertransaksi.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat, saat mewakili Wali Kota Padang membuka kegiatan Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Syahrial menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diikuti oleh setiap pelaku usaha jika ingin tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah secara signifikan pola konsumsi masyarakat. Jika sebelumnya aktivitas jual beli didominasi oleh toko fisik dan transaksi konvensional, kini masyarakat semakin terbiasa berbelanja melalui marketplace, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi.

Perubahan tersebut, kata dia, menghadirkan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar tanpa batas wilayah. Namun di sisi lain, kondisi itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha yang belum mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi menuntut kita untuk berubah. Kalau tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, kita akan tertinggal. Produk yang hari ini unggul bisa saja tergeser jika tidak terus berinovasi,” ujar Syahrial.

Ia menilai, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha adalah keengganan untuk keluar dari zona nyaman. Banyak pelaku UMKM yang masih bertahan dengan pola usaha konvensional karena belum memahami manfaat transformasi digital, merasa nyaman dengan kondisi yang ada, atau baru melakukan perubahan ketika menghadapi tekanan dan penurunan penjualan.

Karena itu, Pemko Padang mendorong para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memanfaatkan berbagai kesempatan pelatihan yang disediakan pemerintah maupun mitra pembangunan sebagai sarana memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan usaha.

“Manfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Terus belajar dan terbuka terhadap ilmu baru, karena strategi pemasaran akan terus berkembang mengikuti perubahan zaman,” katanya.

Dalam paparannya, Syahrial juga menyoroti besarnya kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian daerah. Saat ini tercatat sekitar 47 ribu UMKM berada dalam pembinaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang dengan total omzet mencapai Rp952 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, potensi besar tersebut perlu terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital agar pelaku usaha mampu memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang usaha baru yang lebih kompetitif.

“Kami berharap UMKM Kota Padang terus naik kelas, dari pasar lokal hingga mampu menjangkau pasar nasional bahkan ekspor. Inilah salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang yang terus kami dorong,” ujarnya.

Workshop yang digelar tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini. Melalui kegiatan itu, peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai berbagai strategi pemasaran digital, mulai dari proses aktivasi toko di marketplace, pengelolaan katalog produk yang menarik, hingga teknik optimasi penjualan melalui berbagai platform digital.

Materi yang diberikan juga diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami perilaku pasar digital, membangun identitas merek yang kuat, serta meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mengembangkan usaha.

Syahrial menambahkan, pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga bahwa sektor UMKM memiliki daya tahan yang cukup kuat dalam menghadapi krisis ekonomi. Ketika berbagai sektor mengalami perlambatan, banyak pelaku UMKM tetap mampu bertahan dengan melakukan penyesuaian model bisnis dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran.

“Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang tetap bertahan. Karena itu, Kota Padang terus memperkuat UMKM agar tetap eksis dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemko Padang juga menyampaikan apresiasi kepada Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Inotek Foundation, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kota Padang.

Menurut Syahrial, keberhasilan membangun UMKM yang kuat dan berdaya saing tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk menciptakan ekosistem usaha yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news