Momentum Idul Adha di UNAND, Khatib Ajak Jamaah Menumbuhkan Takwa dan Kepedulian

11 hours ago 4

PADANG, KLIKPOSITIF – Khatib Idul Adha, Ustaz M. Hafizh Safitri, mengajak jamaah Masjid Nurul Ilmi Universitas Andalas (UNAND) menjadikan ibadah kurban sebagai jalan menumbuhkan ketakwaan, mengikis ego, dan memperkuat kepedulian sosial.

Momentum penuh makna tersebut dihadiri ribuan jamaah memadati Masjid Nurul Ilmi Universitas Andalas (UNAND) dalam pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5).

Dalam khutbahnya, Ustaz Hafizh menyampaikan bahwa kehidupan manusia sesungguhnya terbatas oleh waktu. Karena itu, segala yang dikejar di dunia sejatinya menjadi bekal menuju kematian terbaik, yakni kematian dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menyinggung Surat Al-Kautsar sebagai surat pendek dengan makna yang sangat mendalam. Menurutnya, Allah SWT telah melimpahkan nikmat yang tidak terhitung kepada Rasulullah SAW dan umatnya, mulai dari kesehatan, kehidupan, hingga iman. Oleh sebab itu, rasa syukur diwujudkan melalui ibadah, salah satunya salat dan kurban.

“Idul Adha bukan sekadar tentang menyembelih hewan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyembelih ego, hawa nafsu, serta menumbuhkan rasa cinta dan kepatuhan yang lebih besar kepada Allah SWT,” ujarnya.

Dalam khutbah tersebut, ia juga mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Dikisahkan bagaimana Nabi Ibrahim menerima perintah Allah untuk meninggalkan istri dan anaknya di sebuah lembah tandus di Makkah.
Dengan penuh keimanan, Siti Hajar menerima perintah tersebut. Dari perjuangan dan ikhtiar Siti Hajar berlari antara Bukit Safa dan Marwah mencari pertolongan bagi putranya, lahirlah mukjizat air zam-zam yang hingga kini menjadi sumber keberkahan bagi umat Islam.

Ustaz Hafizh melanjutkan, ujian terbesar datang ketika Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Dari kisah itu, ia menekankan pentingnya pendidikan agama dan penanaman nilai ketakwaan sejak dini dalam keluarga.

“Ketika perintah itu datang, Nabi Ismail justru memberikan nasihat kepada ayahnya agar menjalankan perintah Allah dengan teguh. Itu menunjukkan betapa kuatnya iman dan pendidikan yang ditanamkan sejak kecil,” katanya.

Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba besar sebagai bentuk kasih sayang dan ujian keimanan bagi Nabi Ibrahim AS.
Menurutnya, semangat itulah yang harus dimaknai umat Islam dalam pelaksanaan kurban hari ini. “Kita tidak sedang menyembelih anak-anak kita, tetapi sedang menyembelih ego, keserakahan, dan rasa cinta berlebihan terhadap dunia,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H kepada seluruh sivitas akademika dan masyarakat.
Ia berharap semangat kurban mampu menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat kontribusi kampus bagi masyarakat luas.

“Idul Adha mengajarkan dua hal yang tidak terpisahkan, yakni pengorbanan dan kepedulian. Nabi Ibrahim AS mengorbankan yang paling dicintainya karena ketaatan kepada Allah SWT, dan dari sunnah mulia itulah tradisi kurban lahir. Bukan sekadar ritual, tetapi wujud rasa syukur yang dibagikan kepada sesama,” ujarnya.

Rektor juga berharap nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian yang tumbuh dalam Idul Adha dapat menjadikan UNAND sebagai kampus yang semakin berdampak bagi bangsa dan dunia.(*)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news