
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar. /Espos.
Harianjogja.com, SEMARANG—Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggagalkan upaya penyelundupan narkoba dengan modus melempar paket dari luar tembok lapas. Petugas berhasil mengamankan sebuah bungkusan yang diduga berisi 300 butir Alprazolam, 45 butir Riklona, serta satu paket yang diduga sabu sebelum sempat masuk ke lingkungan lapas.
Keberhasilan tersebut berawal dari patroli rutin petugas di area luar lapas pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Paket mencurigakan ditemukan saat pengawasan berlangsung di kawasan brandgang luar sisi utara Lapas Kelas I Semarang.
Paket Mencurigakan Ditemukan Saat Patroli
Dua petugas Lapas, Aditya Siko dan Dany Marsa, ketika itu tengah mengawasi kegiatan pertanian di area brandgang luar. Saat melakukan patroli, keduanya menemukan sebuah bungkusan yang dibalut plastik hitam dan dililit lakban hitam.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Seksi Keamanan serta Kepala Seksi Pencegahan dan Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban (Portatib) untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut disertai dokumentasi sebagai bagian dari proses pengamanan barang bukti.
Berisi Diduga Alprazolam, Riklona, dan Sabu
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan isi paket berupa 300 butir yang diduga Alprazolam, 45 butir yang diduga Riklona, serta satu paket yang diduga sabu yang hingga kini masih menunggu proses penimbangan.
Selain itu, di dalam bungkusan juga ditemukan batu kerikil yang diduga sengaja dimasukkan sebagai pemberat agar paket dapat melampaui tembok lapas saat dilempar dari luar.
Lapas Perketat Pengawasan
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan tersebut menunjukkan sistem pengawasan dan deteksi dini di lingkungan lapas berjalan dengan baik.
"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi upaya penyelundupan narkoba maupun barang terlarang ke dalam lapas. Keberhasilan ini hasil dari kewaspadaan petugas yang selalu menjalankan pengawasan secara optimal," ujar Tohari dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Pelaku Masih Diburu
Seluruh barang bukti kini telah diamankan dan diinventarisasi. Sementara itu, pihak Lapas Kelas I Semarang masih menyelidiki pihak yang diduga melempar paket dari luar tembok lapas.
Untuk mencegah kejadian serupa, pengamanan terus diperkuat melalui patroli rutin di titik-titik rawan, pengawasan lingkungan lapas, penggeledahan kamar hunian secara berkala, serta peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan lapas yang bebas dari telepon seluler ilegal, narkoba, maupun praktik penipuan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat secara bersama-sama mendukung upaya pemberantasan narkoba sehingga lapas dapat menjadi tempat pembinaan yang aman, bersih, dan benar-benar mampu mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

14 hours ago
6

















































