Mesin Baru Yamaha Gagal Angkat Performa di Awal Musim MotoGP 2026

3 hours ago 5

Harianjogja.com, JOGJA—Musim 2026 yang digadang-gadang menjadi tahun kebangkitan Yamaha di MotoGP justru berubah menjadi periode penuh tantangan. Pabrikan asal Iwata, Jepang, tersebut akhirnya mengambil langkah radikal dengan meninggalkan mesin inline-four dan beralih ke konfigurasi V4 demi mengejar ketertinggalan dari rival.

Namun, transisi besar ini belum membuahkan hasil manis di lintasan. Hingga empat seri pembuka, Yamaha tercatat hanya mampu mengantongi 14 poin. Angka ini merosot tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada musim lalu yang mencapai 42 poin.

Bos tim Yamaha, Massimo Meregalli, mengakui bahwa perjalanan pengembangan motor baru ini tidak berjalan sesuai ekspektasi awal. Ia menyebut tim menghadapi jalur teknis yang lebih kompleks dari perkiraan.

“Sejujurnya kami tahu ini tidak akan mudah, tetapi saya pikir prosesnya bisa sedikit lebih ringan. Sayangnya, kami menemui jalur pengembangan yang tidak sepenuhnya kami perkirakan, sehingga sedikit memperlambat progres,” ujar Meregalli, dikutip dari Crash, Minggu (3/5/2026).

Hengkangnya Fabio Quartararo

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada hasil balapan, tetapi juga memengaruhi situasi internal tim. Fabio Quartararo, yang selama ini menjadi andalan Yamaha, dipastikan akan hengkang ke Honda pada musim berikutnya.

Kekecewaan Quartararo sempat terlihat jelas saat Grand Prix Spanyol, ketika ia tertinggal hingga 30 detik dari pemenang. Ia secara terbuka menyoroti lambatnya perkembangan motor V4 yang digunakan tim.

Sebagai respons, Yamaha mulai menyiapkan langkah baru dengan merekrut Jorge Martín dan Ai Ogura untuk memperkuat skuad pada musim 2027. Namun untuk musim ini, tekanan tetap dirasakan oleh para pembalap yang masih bertahan.

Meregalli menegaskan bahwa meski hasil belum memuaskan, suasana tim tetap dijaga agar tetap positif. Setiap pembaruan komponen dianggap sebagai peluang untuk memperbaiki performa secara bertahap.

“Suasana di dalam tim juga tetap positif. Setiap ada komponen baru, itu memberi dorongan tambahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Yamaha sejak awal telah memprediksi paruh pertama musim akan berjalan sulit. Fokus utama tim saat ini adalah memaksimalkan potensi di paruh kedua kompetisi.

“Kami percaya pada paruh kedua musim, hasilnya bisa mulai berbeda. Saat ini kami masih di tahap awal, dan sejauh ini masih sesuai dengan ekspektasi awal,” ucapnya.

Situasi ini membuat penggemar Yamaha berada di persimpangan harapan. Di satu sisi, ada keyakinan bahwa proses adaptasi akan membuahkan hasil. Namun di sisi lain, dominasi tim rival yang lebih matang dengan mesin V4 seperti Ducati, KTM, dan Aprilia semakin terasa di lintasan. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Yamaha untuk segera bangkit sebelum jarak dengan pesaing semakin sulit dikejar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news