KLIKPOSITIF – Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai khawatir akan penurunan daya ingat. Kekhawatiran ini wajar mengingat sebagian kehilangan memori memang merupakan bagian normal dari proses penuaan. Namun, untuk menjaga kemampuan mengingat tetap optimal, penting untuk memahami bagaimana memori bekerja di dalam otak manusia.
Secara sederhana, memori adalah kemampuan seseorang untuk mengingat kembali informasi yang telah diterima. Para ahli membagi memori menjadi dua kategori utama, yakni memori jangka pendek dan memori jangka panjang.
Memori jangka pendek berfungsi menyimpan informasi yang hanya dibutuhkan dalam hitungan detik hingga menit. Misalnya, saat seseorang hendak berbelok di persimpangan jalan, informasi mengenai kondisi lalu lintas yang baru saja dilihat sangat penting. Namun setelah belokan dilakukan, informasi tersebut segera dibuang oleh otak karena tidak lagi diperlukan.
Sementara itu, memori jangka panjang menyimpan berbagai informasi yang membentuk identitas seseorang, mulai dari fakta, pengalaman hidup, hingga keterampilan dan kebiasaan. Berbeda dengan memori jangka pendek, memori jangka panjang bersifat lebih tahan lama, meskipun dapat berubah seiring waktu akibat pengalaman baru atau pengulangan cerita yang terus-menerus.
Menariknya, memori tidak disimpan di satu lokasi tertentu dalam otak. Berbagai komponen memori, seperti penglihatan, suara, aroma, dan emosi, tersebar di sejumlah area otak yang berbeda. Saat seseorang mengingat suatu peristiwa, otak akan menyusun kembali berbagai komponen tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh.
Proses pembentukan memori dimulai di hippocampus, struktur yang terletak di bagian dalam otak dan berfungsi sebagai pusat pengelolaan memori. Di dekatnya terdapat amigdala, pusat emosi otak yang berperan menandai pengalaman tertentu sebagai sesuatu yang penting atau memiliki muatan emosional kuat.
Setelah diproses, berbagai komponen memori kemudian disimpan di sejumlah area pada korteks serebral, yaitu lapisan terluar otak yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi kognitif.
Ketika seseorang berusaha mengingat kembali suatu pengalaman, bagian otak yang disebut lobus frontal akan bekerja membantu fokus dan perhatian. Selanjutnya, berbagai fragmen informasi yang tersimpan di korteks serebral akan dipanggil kembali dan disatukan.
Sebagai contoh, saat mengingat adegan dari film favorit, otak akan mengakses area visual untuk memunculkan wajah para aktor dan latar tempat, area bahasa untuk mengingat dialog, serta area pendengaran untuk menghadirkan kembali musik atau efek suara yang menyertainya. Seluruh komponen tersebut kemudian membentuk pola saraf unik yang aktif kembali saat proses mengingat berlangsung.
Dilansir dari laman Harvard.Edu, pemahaman mengenai cara kerja memori ini menjadi penting untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan otak. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, tetap aktif secara mental, dan terus melatih kemampuan kognitif, fungsi memori dapat dipertahankan dengan lebih baik hingga usia lanjut.

8 hours ago
3



















































