Mari Bergabung, UM Sumatera Barat Buka Banyak Peluang Beasiswa

3 hours ago 2

Hayati Sumbar

PADANG,KLIKPOSITIF – Pengumuman SNBP setiap tahun selalu menyisakan dua suasana: sorak kecil yang ditahan di dalam kamar dan kesunyian panjang yang tidak tahu harus mengatakan apa.

Di antara ribuan nama yang dinyatakan lulus, ada lebih banyak lagi nama yang tidak disebutkan. Mereka bukan gagal karena tidak mampu, tetapi karena dunia pendidikan sering bekerja seperti pintu yang terlalu sempit untuk jumlah yang ingin masuk.

Bagi banyak siswa, kegagalan di SNBP terasa seperti kehilangan sesuatu yang belum sempat dimiliki. Padahal kampus impian sudah dibayangkan terlalu lama: gedungnya, jalannya, almamaternya, bahkan kehidupan yang mungkin akan dijalani di sana. Ketika nama tidak muncul di pengumuman, yang runtuh bukan hanya rencana, namun juga imajinasi tentang masa depan.

Maka muncullah harapan berikutnya: UTBK SNBT. Buku kembali dibuka, try out kembali dikerjakan, dan meja belajar kembali dipenuhi catatan kecil. Namun di tengah usaha itu, ada kenyataan yang tidak selalu menyenangkan. Passing grade kampus impian sering kali terlalu tinggi. Persaingan menuju kampus besar memang selalu terasa seperti lomba lari jarak jauh. Ribuan orang berlari ke arah yang sama, dengan mimpi hampir serupa. Dalam perlombaan seperti ini, bukan hanya kemampuan yang menentukan, namun juga jumlah kursi yang tersedia. Dan seringkali, kursi itu terlalu sedikit untuk semua orang yang berharap duduk di sana.

Kendati demikian, hidup tidak selalu bekerja seperti daftar peringkat. Kadang justru setelah gagal mencapai tempat paling diinginkan, seseorang menemukan tempat yang sebenarnya lebih cocok untuk dirinya.

Di Sumatera Barat, universitas swasta seringkali berdiri tenang tanpa banyak sorotan. Namanya mungkin tidak selalu disebut dalam percakapan tentang kampus paling bergengsi. Tetapi di ruang-ruang kelasnya, ribuan mahasiswa tetap belajar, berdiskusi dan membangun masa depan mereka dengan cara yang sama seriusnya.

Banyak orang besar lahir dari tempat-tempat yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Kampus mungkin berbeda dari yang diimpikan, tetapi mimpi tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya berubah arah, serupa perjalanan panjang dengan banyak persimpangan. Beberapa mungkin mencapai tujuan melalui jalan lurus, sementara yang lain harus berbelok lebih dulu sebelum menemukan arah yang tepat. Dan mungkin di situlah pelajaran terpentingnya: gagal SNBP bukanlah akhir dari mimpi, dan passing grade yang tinggi bukanlah alasan untuk berhenti melangkah.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, Dr. Riki Saputra, M.A menyampaikan, di Sumatera Barat sendiri, beberapa perguruan tinggi swasta bahkan berkembang sangat pesat.

Salah satunya Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, yang dalam setahun terakhir berhasil memuncaki posisi teratas sebagai perguruan swasta terbaik di LLDIKTI Wilayah X menurut Webometrics, dikutip Jum’at 17 April 2026.

Beliau mengatakan, sebagai kampus sejuta beasiswa, UM Sumatera Barat menghadirkan banyak jenis beasiswa mulai dari beasiswa prestasi, dhuafa, PASKAMU, persyarikatan, KIP-K dan lainnya dengan 32 pilihan program studi dari jenjang Diploma, Sarjana, Magister hingga Doktor. Untuk itu beliau menyemangati, bagi siwa yang belum lolos SNBP dan nantinya tidak lolos UTBK agar jangan patah semangat mengejar masa depan. Sebagai bentuk dukungan, UM Sumatera Barat turut menghadirkan potongan uang kuliah yang dapat ditukar dengan skor UTBK SNBT.

“Kampus mungkin bukan lagi sekadar tempat belajar, tetapi tempat baru untuk memulai kembali mimpi yang sempat berubah arah. Karena pada akhirnya, masa depan tidak selalu dimulai dari tempat yang paling diimpikan. Kadang ia justru tumbuh dari tempat yang awalnya hanya dianggap sebagai alternative, lalu perlahan berubah menjadi awal dari cerita besar yang tidak pernah direncanakan sebelumnya,” pungkasnya. (tia)

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news