Maigus Nasir Tinjau Program 3T, Pelajar SMP Didorong Tak Hanya Khatam Alquran

17 hours ago 9

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat implementasi Program Unggulan (Progul) Smart Surau melalui pelaksanaan Program 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz) bagi pelajar SMP sederajat. Program yang menjadi salah satu pilar pembinaan karakter generasi muda tersebut dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat melakukan monitoring di Masjid Al Marhamah, Jalan Ujung Gurun No.53, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Jumat (31/7/2026).

Kehadiran Maigus Nasir didampingi Camat Padang Barat Diko Riva Utama, pengelola TQA dan MDTW Masjid Al Marhamah, pengurus masjid, serta diikuti sekitar 60 pelajar SMP sederajat peserta Program 3T dan elemen masyarakat setempat. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan sekaligus melihat secara langsung antusiasme peserta dalam mengikuti pembelajaran Alquran.

Suasana Masjid Al Marhamah pada malam itu tampak hidup. Para pelajar mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk, dimulai dari salat Magrib berjamaah, kemudian melanjutkan pembelajaran tahsin, tafsir, dan tahfiz hingga usai salat Isya. Aktivitas tersebut menjadi gambaran nyata upaya Pemerintah Kota Padang dalam menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menegaskan bahwa Program 3T merupakan bagian penting dari aktivasi Program Smart Surau yang dirancang untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Alquran dengan baik, tetapi juga memahami kandungannya serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Program 3T merupakan salah satu dari empat aktivasi Smart Surau. Melalui program ini, kami ingin pelajar SMP sederajat tidak berhenti setelah khatam, tetapi terus membaca, memahami, dan menghafal Alquran,” ujar Maigus Nasir.

Menurutnya, Program 3T merupakan penyempurnaan dari kurikulum Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW). Kurikulum tersebut kini lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas bacaan Alquran melalui tahsin, pendalaman makna melalui tafsir, serta penguatan hafalan melalui tahfiz sehingga proses pembelajaran menjadi lebih komprehensif.

Ia menjelaskan, program tersebut telah resmi diterapkan sejak 16 Juli 2026 dan dilaksanakan secara rutin setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam di seluruh masjid maupun musala yang memiliki TQA atau MDTW. Dengan jadwal yang berkesinambungan, pemerintah berharap pembinaan keagamaan tidak lagi bersifat insidental, melainkan menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Target kita, anak-anak tamat SMP tidak hanya benar membaca Alquran, tetapi juga memahami minimal Juz Amma dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah investasi terbaik untuk membangun karakter generasi emas di masa depan,” katanya.

Lebih jauh, Wakil Wali Kota menilai pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pendidikan formal di sekolah. Pembentukan karakter yang kuat harus ditopang oleh pendidikan agama yang berlangsung secara konsisten di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua, guru, dan pengurus masjid untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Program 3T agar tujuan besar membentuk generasi Qurani dapat tercapai.

“Keberhasilan pembinaan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan agar anak-anak tetap dekat dengan masjid dan Alquran,” tegasnya.

Menurut Maigus, keberadaan Program Smart Surau merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang dalam membangun generasi muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral. Dengan semakin banyaknya pelajar yang aktif mengikuti kegiatan di masjid, diharapkan lahir generasi yang memiliki akhlak mulia sekaligus mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

Monitoring yang dilakukan juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap implementasi Program Smart Surau di berbagai wilayah Kota Padang. Pemerintah ingin memastikan setiap masjid dan musala yang menjadi lokasi pelaksanaan Program 3T memiliki kesiapan dari sisi tenaga pengajar, metode pembelajaran, hingga partisipasi peserta sehingga kualitas pelaksanaannya tetap terjaga.

Pada kesempatan yang sama, Maigus Nasir turut menyosialisasikan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang akan berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan berbagai agenda yang telah disiapkan pemerintah.

Mengusung tema “Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City”, rangkaian HJK tahun ini akan menghadirkan beragam kegiatan berskala nasional hingga internasional sebagai upaya memperkuat posisi Kota Padang sebagai destinasi wisata, budaya, dan kuliner unggulan.

“Mari kita sukseskan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Momentum ini bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga ajang mempromosikan pariwisata, budaya, kuliner, serta produk UMKM agar Kota Padang semakin maju dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Maigus.

Melalui penguatan Program 3T di bawah payung Smart Surau, Pemerintah Kota Padang berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat. Sejalan dengan semangat pembangunan kota, pembinaan karakter berbasis Alquran diyakini menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi emas yang berakhlak, berdaya saing, dan siap membawa Kota Padang menuju masa depan yang lebih maju.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news