Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 12:07 WIB

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Industri teknologi global kembali diterpa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). LinkedIn, platform jejaring profesional milik Microsoft, resmi memangkas sekitar 5 persen tenaga kerjanya pada pertengahan Mei 2026.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah restrukturisasi perusahaan sekaligus pengalihan fokus bisnis ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih besar di masa depan.
Berdasarkan laporan Reuters, LinkedIn saat ini memiliki lebih dari 17.500 pekerja penuh waktu di berbagai negara. Dengan pengurangan sekitar 5 persen, jumlah pegawai yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 875 orang.
Manajemen LinkedIn menyebut perubahan organisasi dilakukan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang agar perusahaan lebih siap menghadapi persaingan industri digital yang terus berubah cepat.
Meski demikian, perusahaan belum memberikan rincian wilayah maupun divisi yang paling terdampak oleh kebijakan tersebut. Kantor LinkedIn di Singapura yang selama ini menjadi pusat operasional Asia Tenggara juga belum dipastikan terkena imbas atau tidak.
PHK ini menarik perhatian karena terjadi ketika kondisi bisnis LinkedIn sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan perusahaan yang berasal dari layanan perekrutan dan langganan premium tercatat meningkat sekitar 12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut bahkan disebut menjadi salah satu akselerasi bisnis Microsoft sepanjang 2026. Situasi ini memperlihatkan bahwa langkah efisiensi tidak selalu dilakukan karena perusahaan sedang mengalami penurunan pendapatan.
Sebaliknya, banyak perusahaan teknologi kini memilih merampingkan struktur organisasi demi meningkatkan efisiensi dan memperkuat fokus pada sektor yang dianggap lebih potensial.
LinkedIn juga menegaskan bahwa pengurangan karyawan kali ini bukan dilakukan untuk menggantikan pekerja dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Namun di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, kekhawatiran terhadap perubahan pasar kerja digital tetap menjadi perhatian utama pekerja sektor teknologi.
Banyak perusahaan perangkat lunak mulai memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan teknis, termasuk pembuatan kode otomatis, analisis data, hingga otomatisasi operasional.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan keterampilan pekerja teknologi ikut berubah. Karyawan dituntut lebih adaptif terhadap teknologi baru agar tetap relevan di tengah transformasi industri digital.
LinkedIn bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang melakukan PHK besar pada 2026. Sejumlah raksasa teknologi lain juga mengambil langkah serupa dalam beberapa bulan terakhir.
Data dari pelacak PHK industri teknologi menunjukkan lebih dari 103.000 pekerja teknologi global telah kehilangan pekerjaan sepanjang 2026. Jumlah tersebut mendekati total PHK sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 124.000 pekerja.
Beberapa perusahaan besar bahkan melakukan efisiensi dalam skala lebih agresif. Perusahaan pembayaran digital Block milik Jack Dorsey memangkas hampir separuh tenaga kerjanya pada Februari lalu.
Sementara itu, Cloudflare mengumumkan pengurangan sekitar 20 persen karyawan dalam restrukturisasi terbaru mereka. Meta Platforms juga dijadwalkan menjalankan gelombang PHK baru pada 20 Mei 2026.
Tren ini menjadi peringatan bagi pekerja teknologi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Terutama bagi mereka yang bekerja di startup, perusahaan perangkat lunak, maupun perusahaan multinasional yang bergantung pada pendanaan global.
Persaingan industri digital kini tidak lagi hanya soal pertumbuhan pengguna atau pendapatan, tetapi juga efisiensi operasional dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan AI.
Meski sejumlah pemimpin industri memperingatkan AI berpotensi menggantikan sebagian pekerjaan manusia, ada pula pandangan yang menyebut teknologi justru akan mengubah pola kerja, bukan sepenuhnya menghapus profesi.
Karena itu, pengembangan keterampilan baru dan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi menjadi faktor penting agar pekerja tetap memiliki daya saing di tengah perubahan industri yang berlangsung sangat cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
4

















































