Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan, Pakar Imbau Masyarakat Perhatikan Kualitas Istirahat

17 hours ago 3

KLIKPOSITIF – Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa kurang tidur tidak hanya menyebabkan kelelahan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

Menurut para pakar, tidur yang cukup memberikan banyak manfaat bagi tubuh, termasuk menjaga fungsi otak, meningkatkan konsentrasi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta membantu menjaga kesehatan jantung. Sebaliknya, kurang tidur dapat menimbulkan dampak mulai dari gangguan ringan hingga kondisi yang mengancam jiwa.

Kekurangan tidur sebagian atau partial sleep deprivation terjadi ketika seseorang masih tidur, tetapi belum memenuhi kebutuhan istirahat yang dibutuhkan tubuh. Setelah satu malam tidur yang kurang, sebagian besar orang masih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal meskipun merasa kurang nyaman atau lelah.

Namun, dampak yang lebih jelas mulai terlihat setelah dua malam atau lebih mengalami kurang tidur. Gejala yang umum muncul meliputi rasa mudah marah, mengantuk, penurunan konsentrasi, sakit kepala, gangguan pencernaan, nyeri sendi, penurunan daya ingat, serta waktu reaksi yang lebih lambat. Kondisi ini juga meningkatkan risiko seseorang tertidur saat bekerja atau ketika mengemudi.

Para ahli juga mengingatkan bahaya kurang tidur dalam jangka panjang. Seseorang yang terus-menerus tidur kurang dari kebutuhan tubuh selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun berisiko mengalami kenaikan berat badan, penurunan fungsi kognitif, serta peningkatan kemungkinan terkena diabetes, penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, infeksi virus, hingga gangguan kesehatan mental.

Mengenai kebutuhan tidur, para ahli menyebutkan bahwa orang dewasa berusia 18 hingga 60 tahun dianjurkan untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Sementara itu, individu berusia 61 hingga 64 tahun membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur, sedangkan mereka yang berusia 65 tahun ke atas memerlukan sekitar tujuh hingga delapan jam tidur per malam.

Anak-anak membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang dibandingkan orang dewasa. Balita usia satu hingga dua tahun disarankan tidur selama 11 hingga 14 jam per hari, termasuk waktu tidur siang. Anak usia prasekolah membutuhkan 10 hingga 13 jam tidur, sedangkan anak usia sekolah memerlukan sembilan hingga 12 jam tidur setiap hari. Remaja dianjurkan tidur selama delapan hingga 10 jam setiap malam.

Para pakar juga menjelaskan bahwa gangguan tidur dapat menjadi penyebab seseorang sulit mendapatkan istirahat yang cukup. Dua gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia dan sleep apnea.

Insomnia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi dan tidak dapat kembali tidur. Gangguan ini dikategorikan sebagai insomnia kronis apabila terjadi setidaknya tiga kali dalam seminggu selama tiga bulan atau lebih.

Sementara itu, sleep apnea adalah gangguan yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas untuk sementara waktu saat tidur. Kondisi tersebut mengganggu kualitas tidur sehingga penderitanya sering merasa mengantuk dan kurang waspada pada siang hari.

Dilansir dari laman health.harvard.edu, para ahli mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan pola tidur dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gangguan tidur yang berlangsung dalam waktu lama. Tidur yang cukup dinilai sebagai salah satu kunci utama untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news