Kota Tua Padang Segera Direvitalisasi: Fadly Amran Minta Pendataan Dipacu, Gandeng Pengelola dan Akademisi

21 hours ago 9

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat langkah revitalisasi kawasan Kota Tua dengan melakukan pemetaan dan identifikasi menyeluruh terhadap bangunan-bangunan yang berada di kawasan bersejarah tersebut. Pendataan mencakup kondisi fisik bangunan, status kepemilikan, pemanfaatan, hingga nilai sejarah masing-masing persil.

Langkah itu dinilai penting untuk memastikan revitalisasi tidak sekadar menghadirkan perubahan fisik kawasan, tetapi juga mampu menjaga karakter sejarah dan budaya yang menjadi identitas Kota Tua Padang.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Padang Fadly Amran saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (18/9/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, serta Camat Padang Selatan Wilman Muchtar.

Pembahasan juga melibatkan Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta Joni Wongso, jajaran Pengurus Pengelola Kota Tua, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Tommy Jhonlie, dan Ketua Pokdarwis Kota Tua Kampung Pondok Hongky Victor.

Dalam rapat tersebut, Fadly meminta proses pendataan dilakukan secara rinci sekaligus dipercepat. Menurutnya, kejelasan data menjadi fondasi sebelum pemerintah mengambil langkah lebih jauh dalam penataan dan pengembangan kawasan Kota Tua.

“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan,” kata Fadly.

Ia menjelaskan, identifikasi tidak hanya menyangkut kondisi bangunan, tetapi juga status kepemilikan, pemanfaatan, serta nilai sejarah dari setiap persil. Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menentukan bentuk intervensi dan penataan yang sesuai dengan karakter masing-masing bangunan.

Menurut Fadly, kawasan Kota Tua memiliki karakter yang berbeda dengan kawasan perkotaan lainnya. Sejumlah bangunan di kawasan tersebut menyimpan jejak perjalanan sejarah Kota Padang sehingga keberadaannya perlu dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya.

Karena itu, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan telah masuk kategori cagar budaya harus mendapatkan perhatian khusus dalam proses revitalisasi. Penataan tidak boleh menghilangkan karakter kawasan yang justru menjadi daya tarik utama Kota Tua.

Di sisi lain, revitalisasi juga diarahkan agar kawasan tersebut kembali menjadi ruang yang hidup dan memiliki aktivitas masyarakat. Pemerintah tidak ingin kawasan bersejarah hanya menjadi ruang yang dilihat dari sisi fisik, sementara aktivitas sosial dan ekonomi di dalamnya tidak berkembang.

“Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” ujar Fadly.

Ia menyebut revitalisasi Kota Tua perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Pemerintah, kata dia, siap mengambil peran sebagai fasilitator sehingga pengembangan kawasan dapat melibatkan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, akademisi, pengelola kawasan, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, revitalisasi diharapkan tidak berhenti sebagai proyek pembangunan fisik, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pemko Padang siap menjadi fasilitator agar revitalisasi Kota Tua berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi, bukan sekadar proyek infrastruktur. Kita ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah, dan wisata kuliner lokal,” katanya.

Dorong Kawasan Kota Tua Terhubung dengan Gastronomi

Dalam pembahasan tersebut, Fadly juga menyoroti potensi kuliner sebagai salah satu kekuatan yang dapat memperkuat daya tarik kawasan Kota Tua.

Menurutnya, identitas Kota Padang tidak hanya dibangun dari keberadaan bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga dari kekayaan kuliner yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.

Karena itu, pengembangan kawasan Kota Tua perlu berjalan beriringan dengan penguatan sektor gastronomi. Kawasan bersejarah tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi ruang bertemunya sejarah, budaya, kuliner, ekonomi kreatif, dan aktivitas masyarakat.

Pengembangan gastronomi, lanjut Fadly, membutuhkan rebranding yang autentik serta tata kelola yang profesional dan melibatkan lintas sektor. Pendekatan tersebut diperlukan agar kuliner tidak sekadar menjadi pelengkap pariwisata, tetapi menjadi bagian dari identitas kawasan dan pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Kota Padang.

Upaya itu juga berkaitan dengan ambisi Kota Padang memperkuat posisinya dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi.

Dengan demikian, revitalisasi Kota Tua diharapkan dapat membentuk sebuah ekosistem kawasan yang saling terhubung. Bangunan bersejarah menjadi daya tarik, aktivitas komunitas menghidupkan ruang publik, kuliner memperkuat pengalaman wisata, sementara usaha kreatif membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Fadly menilai keberhasilan revitalisasi nantinya sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah memiliki peran dalam regulasi dan fasilitasi, sementara masyarakat, pengelola, pelaku usaha, komunitas, dan akademisi dapat memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Pendataan yang sedang dipercepat menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai kepentingan tersebut. Setelah kondisi dan status setiap bangunan terpetakan dengan jelas, Pemko Padang dapat menyusun langkah penataan yang lebih terarah, termasuk menentukan bangunan yang perlu dipertahankan, dipulihkan, maupun dikembangkan pemanfaatannya.

Revitalisasi dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga wajah historis Kota Tua sekaligus menjawab kebutuhan kawasan perkotaan masa kini.

Pada akhirnya, kawasan Kota Tua tidak hanya diharapkan menjadi penanda sejarah perjalanan Kota Padang, tetapi juga kembali hadir sebagai ruang publik yang aktif. Kawasan itu diharapkan menjadi tempat masyarakat beraktivitas, pelaku ekonomi kreatif mengembangkan usaha, generasi muda mengenal sejarah kotanya, dan wisatawan menikmati kekayaan budaya serta kuliner lokal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Padang menjadikan warisan sejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset yang dapat terus hidup dan memberi nilai bagi masyarakat pada masa kini maupun generasi mendatang.

Promo menara agung padang - honda padang

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news