Kejar Eliminasi TBC 2030 di Kota Padang, Dinkes Temukan 77 Kasus dari 105 Titik Tracing

21 hours ago 9

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif terus diperkuat di Kota Padang. Dari pelaksanaan tracing yang telah dilakukan di 105 titik, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat sebanyak 77 pasien dinyatakan positif TBC dan kini menjalani pemantauan hingga masa pengobatan selesai.

Temuan tersebut berasal dari kelompok kontak erat pasien TBC maupun masyarakat yang masuk kategori berisiko tinggi, seperti penderita diabetes, perokok berat, lanjut usia hingga anak-anak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bertajuk Untuk Indonesia Sehat, yang dirangkaikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TBC di Aula Kantor Camat Lubuk Begalung, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Ketua PDPI Cabang Sumatera Barat Masrul Basyar, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemko Padang Feri Mulyani Hami, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, perwakilan Puskesmas Lubuk Begalung dan Puskesmas Pengambiran, serta masyarakat.

Srikurnia mengatakan, Pemerintah Kota Padang bersama jajaran kesehatan terus memperluas penelusuran kasus TBC sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.

“Untuk Kota Padang, 11 kecamatan sudah berkomitmen melakukan tracing TBC. Alhamdulillah 104 kelurahan siaga TBC sudah dibentuk,” katanya.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan menargetkan penemuan 4.800 kasus TBC di Kota Padang sepanjang 2026. Hingga saat ini, sekitar 2.700 kasus telah ditemukan.

Srikurnia menegaskan, semakin banyak kasus ditemukan secara aktif, semakin besar pula peluang pasien mendapatkan pengobatan sedini mungkin. Dengan demikian, pasien tidak hanya dapat ditangani hingga sembuh, tetapi juga dapat mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun orang di sekitarnya.

“Kita mengejar kasus sebanyak-banyaknya agar bisa disembuhkan dan tidak ada penularan,” ujarnya.

Tracing TBC di Kota Padang, lanjutnya, direncanakan berlangsung di 242 titik mulai pertengahan September hingga November 2026. Dari jumlah tersebut, pelaksanaan telah berlangsung di 105 titik.

Hasilnya, 77 pasien positif TBC ditemukan dari kelompok kontak erat dan masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi. Mereka selanjutnya dipantau oleh petugas kesehatan hingga menyelesaikan masa pengobatan.

“Dari pertengahan September sampai November kita merencanakan tracing di 242 titik dan sudah berjalan 105 titik. Ditemukan 77 pasien positif TBC dari kontak erat dan masyarakat berisiko, yang terus kita pantau sampai selesai masa pengobatan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pasien yang telah ditemukan dapat menyelesaikan pengobatan secara tuntas sehingga rantai penularan TBC di Kota Padang dapat ditekan.

“Harapan kita, kasus yang ditemukan ini diobati hingga 100 persen sembuh, sehingga tahun depan tidak ada lagi penularan TBC di Kota Padang,” katanya.

Wamenkes Soroti Kontak Erat di Rumah

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, penanganan TBC tidak cukup hanya berfokus pada pasien yang telah dinyatakan sakit. Pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah, juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Menurut Benjamin, orang yang berada di sekitar pasien TBC memiliki potensi terpapar sehingga perlu diperiksa. Pendekatan tersebut dinilai penting agar kasus dapat diketahui lebih awal dan segera mendapatkan penanganan.

“Negara kita Indonesia termasuk 20 besar ekonomi terbesar di dunia, tapi kasus TBC di Indonesia tinggi sekali. Presiden memanggil untuk menyusun pemberantasan Tuberkulosis di Indonesia,” ujar Benjamin.

Ia mengatakan, pemerintah kini mendorong strategi pemberantasan TBC yang lebih menekankan pada penemuan kasus secara aktif, termasuk pemeriksaan terhadap kontak erat di lingkungan rumah.

“Selama ini kita sibuk dan fokus pada orang sakit, sementara kontak di rumah tidak diperiksa sehingga menjadi potensi peningkatan TBC,” katanya.

Benjamin menyebut kegiatan CKG juga menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat deteksi dini. Masyarakat didorong memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia agar berbagai gangguan kesehatan dapat diketahui lebih cepat.

“Kita mengumpulkan semua di sini agar bisa mencegah TBC melalui sosialisasi program dan CKG ini dari usulan Pak Prabowo, agar umur masyarakat Indonesia panjang dan sehat,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar PDPI di Kota Padang. Terlebih, Kota Padang menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongres PDPI.

Diperkuat Ronsen Portabel

Untuk mempercepat proses pemeriksaan, kegiatan skrining TBC di Lubuk Begalung turut didukung fasilitas ronsen portabel yang disediakan secara gratis melalui kerja sama PDPI dan pihak vendor.

Ketua PDPI Cabang Sumatera Barat, Masrul Basyar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk panitia dan vendor yang menyediakan fasilitas pemeriksaan.

“Mengucapkan terima kasih kepada panitia dan vendor atas tersedianya ronsen portabel gratis hingga terlaksananya acara ini. PDPI Sumbar berkomitmen bersama Dinas Kesehatan untuk bersama-sama menurunkan dan mencapai eliminasi TBC menjelang tahun 2030,” katanya.

Selain ronsen portabel, Kota Padang juga memiliki tiga unit alat ronsen paru yang ditempatkan di fasilitas kesehatan, yakni dua unit di RSUD dan satu unit di RS Universitas Andalas. Pengoperasian alat tersebut didukung tenaga radiografer yang kompeten.

Ketersediaan sarana pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses diagnosis, terutama ketika kegiatan tracing dilakukan langsung di tengah masyarakat.

CKG Capai 40-45 Persen

Di sisi lain, cakupan pelaksanaan CKG di Kota Padang saat ini telah mencapai sekitar 40 hingga 45 persen dari target 46 persen penduduk.

Pelayanan tersebut dilakukan melalui kunjungan masyarakat ke puskesmas, kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan, serta layanan di kawasan Car Free Day (CFD). Data hasil pemeriksaan kemudian diintegrasikan melalui aplikasi Satu Sehat.

Program CKG sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan dan mendorong kebiasaan melakukan deteksi dini.

Srikurnia mengatakan, upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi kualitas udara yang belakangan dapat mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat.

Ia menyebut kunjungan ke puskesmas mencapai sekitar 2.400 kunjungan per hari, dengan sekitar 1.300 di antaranya merupakan kasus ISPA.

Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Padang telah menerbitkan Surat Edaran terkait langkah pencegahan gangguan kesehatan akibat kondisi udara.

“Kami mengimbau warga mengurangi aktivitas luar gedung, memakai masker, makan makanan bergizi, istirahat cukup, dan segera ke pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk,” ujar Srikurnia.

Lubuk Begalung Dorong Kegiatan Berkelanjutan

Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa mengatakan, pihak kecamatan mendukung penuh kegiatan skrining TBC dan CKG yang digelar bersama PDPI dan Dinas Kesehatan.

Menurutnya, pelaksanaan skrining tidak hanya menyasar masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC maupun warga yang mengalami gejala, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum.

“Kecamatan Lubuk Begalung ikut serta mendukung kegiatan Pengabdian Dokter Paru Indonesia dan Skrining TB serta Cek Kesehatan Gratis ini. Proses ini berfokus pada masyarakat yang memiliki kontak erat dan gejala TBC, namun tetap terbuka untuk umum,” katanya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pihak kecamatan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, PDPI, Puskesmas Lubuk Begalung, Puskesmas Pengambiran, serta kader TBC. Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan pendekatan face to face kepada warga.

Ikrar mengapresiasi kehadiran Wamenkes yang turun langsung melihat pelaksanaan kegiatan di wilayahnya. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu agenda, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi dihadiri langsung oleh Bapak Wamenkes. Harapannya kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga masyarakat di Lubuk Begalung tidak ada yang sakit lagi, terutama TBC,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat PDPI tersebut pun menjadi momentum untuk mempertemukan upaya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan dan edukasi masyarakat dalam satu kegiatan. Dengan penemuan kasus yang dilakukan secara aktif, pemerintah berharap pasien TBC dapat segera mendapatkan pengobatan, sementara masyarakat yang berisiko dapat diketahui lebih awal dan memperoleh penanganan yang diperlukan.

Promo menara agung padang - honda padang

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news