KLIKPOSITIF – Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Juni 2024 dalam jurnal ilmiah Journal of Nutrition, Health, and Aging menemukan bahwa konsumsi buah yang lebih tinggi pada usia paruh baya dapat membantu menurunkan risiko munculnya gejala depresi di kemudian hari.
Penelitian tersebut melibatkan hampir 14.000 peserta berusia 45 hingga 74 tahun, dengan usia rata-rata 52 tahun dan sekitar 58 persen di antaranya perempuan. Seluruh peserta merupakan bagian dari Singapore Chinese Health Study.
Pada awal penelitian, para peserta diminta mengisi kuesioner mengenai frekuensi konsumsi 14 jenis buah dan 25 jenis sayuran. Beberapa jenis buah yang diteliti antara lain jeruk, pisang, pepaya, semangka, apel, dan jeruk mandarin.
Dua puluh tahun kemudian, saat usia rata-rata peserta mencapai 73 tahun, mereka menjalani penilaian standar untuk mengukur gejala depresi. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 23 persen peserta memiliki skor yang mengindikasikan adanya gejala depresi.
Analisis data menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi sedikitnya tiga porsi buah per hari pada usia paruh baya memiliki kemungkinan 21 persen lebih rendah mengalami gejala depresi di usia lanjut dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi buah per hari.
Menariknya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi sayuran pada usia paruh baya dan risiko depresi di kemudian hari.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, hasil penelitian tidak dapat membuktikan bahwa konsumsi buah secara langsung mencegah depresi, melainkan hanya menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan makan buah dan risiko depresi yang lebih rendah di masa tua.
Temuan ini menambah bukti bahwa pola makan sehat, khususnya konsumsi buah secara rutin, dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan mental seiring bertambahnya usia.

20 hours ago
6




















































