Komisi C DPRD DIY Dukung Desain Kelok 23 Diperpanjang Demi Keselamatan

1 hour ago 2

Komisi C DPRD DIY Dukung Desain Kelok 23 Diperpanjang Demi Keselamatan

Jajaran Komisi C DPRD DIY saat meninjau langsung uji coba Kelok 23, Senin (14/9/2026)./Istimewa-Dokumen DPRD DIY

Harianjogja.com, JOGJA—Desain Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul mendapat dukungan dari Komisi C DPRD DIY. Perpanjangan jalur dibanding konsep awal yang dikenal sebagai Kelok 18 dinilai lebih aman karena dapat mengurangi risiko tebing runtuh yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, mengatakan perubahan desain Kelok 23 dilakukan berdasarkan kajian teknis. Kondisi sejumlah tebing di sepanjang jalur menjadi pertimbangan sehingga pembangunan dengan pola Kelok 18 dinilai memiliki risiko lebih besar.

“Dari sisi kajian teknis itu lebih aman kalau dijadikan kelokannya lebih panjang. Karena ada beberapa tebing kalau seandainya dipaksakan dengan Kelok 18 itu bisa runtuh,” kata Lilik usai meninjau Kelok 23, Senin (14/9/2026).

Menurut Lilik, memperpanjang tikungan bukan semata-mata perubahan bentuk jalan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur tidak justru memunculkan ancaman baru bagi masyarakat dan pengguna jalan.

“Justru nanti akhirnya menjadi bencana untuk masyarakat atau para pengguna jalan,” ujarnya.

Kelok 23 Mulai Uji Coba

Kelok 23 mulai dibuka untuk masyarakat dalam tahap uji coba pada 14-20 September 2026. Jalur ini menghubungkan kawasan Kretek, Bantul dengan Girijati, Gunungkidul sekaligus menjadi bagian dari konektivitas kawasan selatan DIY.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, melihat keberadaan Kelok 23 dan jalur selatan sebagai investasi infrastruktur untuk jangka panjang. Menurut dia, konektivitas yang semakin baik dapat membuka peluang pengembangan kawasan selatan DIY.

“Dengan adanya Kelok 23 dan jalur selatan ini membuka peluang-peluang yang sangat besar untuk pembangunan ekonomi maupun pembangunan wilayah di Jogja sisi selatan,” kata Nur.

Namun, menurut Nur, pembangunan jalan perlu diikuti langkah lanjutan dari pemerintah daerah. Pengembangan kawasan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik karena konektivitas tersebut harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Potensi Pariwisata Kawasan Selatan

Nur juga menyoroti potensi pariwisata yang muncul dari karakter kawasan selatan DIY. Pemandangan pantai di sepanjang kawasan dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Karena itu, pemerintah kabupaten yang dilalui JJLS, termasuk Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul, diharapkan bergerak bersama untuk menangkap peluang pengembangan tersebut.

“Tentu kita harapkan nanti pemerintah daerah, dalam hal ini ada Kulonprogo, ada Bantul, ada Gunungkidul, di mana view-nya ini adalah view pantai. Oleh karena itu, tentu potensi untuk pariwisata ini sangat besar,” ujarnya.

DPRD DIY Soroti Kendaraan Berhenti

Selain potensi ekonomi dan pariwisata, aspek keselamatan menjadi perhatian Komisi C DPRD DIY selama masa uji coba Kelok 23. Nur melihat masih terdapat kendaraan yang berhenti di sejumlah titik untuk menikmati pemandangan maupun mengambil gambar.

Kebiasaan tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak awal. Kendaraan yang berhenti sembarangan dapat mengganggu arus lalu lintas sekaligus menambah risiko di kawasan sekitar tebing.

Nur meminta Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) menambah rambu larangan berhenti pada titik-titik yang dianggap berbahaya.

“Ini berbahaya ketika nanti sampai tumpukan mobil di situ, nanti membahayakan tebing ini. Mungkin ada tambahan untuk dilarang berhenti di space-space yang mungkin membahayakan untuk berhenti,” katanya.

Komisi C DPRD DIY berharap pengembangan Kelok 23 tetap memperhatikan keseimbangan antara konektivitas, keselamatan, dan pemanfaatan potensi kawasan. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung Bantul dan Gunungkidul, tetapi juga menopang perkembangan kawasan selatan DIY dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news