Ketua DPRD Sumbar Dorong Sekolah Ramah Anak, Sebut Investasi Terbaik untuk Masa Depan

10 hours ago 4

KLIKPOSITIF- Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dimulai sejak usia anak.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dalam rangka mendukung terwujudnya sekolah ramah anak melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, Kamis (11/6/2026).

Menurut Muhidi, pembangunan fisik memang penting dan hasilnya dapat terlihat dalam waktu relatif singkat. Namun, membangun karakter serta kualitas generasi membutuhkan proses panjang dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau fisik sekali dibangun bisa selesai. Tetapi membangun SDM membutuhkan keterlibatan semua pihak dengan harapan dan visi yang sama,” ujarnya.

Ia mengatakan, DPRD Sumbar memiliki perhatian besar terhadap isu perlindungan anak, pendidikan, dan pengembangan SDM. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan, salah satunya Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selain regulasi, DPRD juga memberikan dukungan melalui penganggaran berbagai program perlindungan anak, termasuk pelatihan Konvensi Hak Anak. DPRD turut mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung terwujudnya kabupaten dan kota layak anak di Sumatera Barat.

Di sisi lain, fungsi pengawasan juga terus dilakukan melalui rapat kerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) serta kunjungan lapangan guna memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak.

Muhidi menilai pelatihan yang diikuti kepala sekolah dan guru tersebut menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

“Kita ingin anak-anak merasa nyaman di sekolah, belajar tanpa rasa takut, tanpa bullying, sehingga mereka bisa berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.

Ia menjelaskan, tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh tiga lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan anak secara optimal.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya empat pilar utama dalam menyiapkan generasi masa depan, yakni iman sebagai pondasi, akhlak sebagai penuntun, kasih sayang sebagai pengikat, dan ilmu pengetahuan sebagai bekal kehidupan.

Menurutnya, penguatan budaya literasi juga menjadi faktor penting dalam mencetak generasi yang cerdas dan berdaya saing. Karena itu, berbagai program yang mendorong minat baca dan budaya literasi perlu terus diperkuat sejak dini.

“Jika sekolah siap, orang tua siap, masyarakat siap, dan pemerintah daerah memberikan dukungan, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang hebat. Nasib Sumatera Barat 20 hingga 30 tahun ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita menyiapkan generasi hari ini,” tutupnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news