KLIKPOSITIF – Gangguan tidur tidak hanya berupa insomnia atau kesulitan untuk tidur. Sejumlah kondisi lain juga dapat mengganggu kualitas dan durasi tidur, di antaranya restless legs syndrome (RLS), periodic limb movement disorder (PLMD), parasomnia, hingga narkolepsi.
Gangguan tersebut memiliki gejala yang berbeda. Namun, semuanya dapat berdampak pada kualitas istirahat dan aktivitas seseorang apabila tidak ditangani dengan baik.
Salah satu gangguan yang cukup mengganggu adalah restless legs syndrome (RLS). Kondisi ini menimbulkan sensasi tidak normal pada kaki dan terkadang lengan, disertai dorongan kuat yang sulit dikendalikan untuk menggerakkan anggota tubuh tersebut.
Gejala RLS umumnya lebih sering muncul pada malam hari, bahkan pada sebagian orang hanya terjadi ketika malam. Kondisi tersebut dapat membuat penderitanya kesulitan memulai tidur atau mempertahankan tidur. Tidak jarang, penderita harus berulang kali bangun dan turun dari tempat tidur untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada kaki.
Dilansir dari laman Harvard. Health. Edu, gangguan lainnya adalah periodic limb movement disorder (PLMD). Kondisi neurologis ini menyebabkan gerakan anggota tubuh secara tidak sadar ketika seseorang sedang tidur, terutama berupa tendangan atau sentakan pada kaki dan lengan.
Kontraksi otot tersebut dapat terjadi secara berulang setiap sekitar 20 hingga 40 detik. Dalam satu malam, gerakan bisa terjadi hingga ratusan kali dan menyebabkan seseorang mengalami terbangun singkat dari tidurnya.
Episode PLMD dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Meski demikian, gangguan ini biasanya tidak terjadi terus-menerus sepanjang malam dan lebih sering terkonsentrasi pada paruh pertama waktu tidur.
Perilaku Aneh Saat Tidur
Parasomnia juga menjadi salah satu kelompok gangguan tidur yang dapat menimbulkan perilaku tidak biasa ketika seseorang sedang tidur. Contohnya adalah berjalan sambil tidur (sleepwalking) atau makan saat tidur (sleep eating).
Pada kondisi tersebut, seseorang dapat berada dalam keadaan cukup sadar untuk melakukan aktivitas yang cukup kompleks, tetapi tidak sepenuhnya menyadari apa yang sedang dilakukan.
Sementara itu, narkolepsi merupakan gangguan yang memengaruhi siklus tidur dan bangun. Penderitanya dapat mengalami rasa kantuk yang sangat berat pada siang hari dan tertidur secara tiba-tiba pada waktu atau situasi yang tidak semestinya.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika seseorang sedang bekerja, belajar, bepergian, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan.
Dengan demikian, gangguan tidur memiliki berbagai bentuk dan tidak selalu ditandai dengan kesulitan tidur pada malam hari. Gejala seperti dorongan terus-menerus untuk menggerakkan kaki, gerakan tubuh yang tidak terkendali saat tidur, perilaku tidak biasa ketika tertidur, maupun rasa kantuk berlebihan pada siang hari juga perlu mendapat perhatian.
Jika gangguan tersebut berlangsung berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab serta penanganan yang sesuai.

9 hours ago
3





















































