Kenaikan Pertamax ke Rp17.000 per Liter Picu Pesimisme Masyarakat terhadap Pemerintah

9 hours ago 1

KLIKPOSITIF- Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax hingga menembus Rp17.000 per liter di Kota Padang, Sumatera Barat, memicu keluhan dari masyarakat. Selain pengendara umum, para pengemudi ojek online juga mengaku terdampak oleh kebijakan tersebut.

“Ndak ado harapan ambo do. Lah pesimis wak jo pemerintah ko (Tidak ada harapan saya. Saya sudah pesimis dengan pemerintah saat ini),” ungkap Akmal (65) saat ditemui di salah satu SPBU di Padang, Rabu (10/6/2026).

Akmal mengaku tidak terlalu terkejut dengan kenaikan harga Pertamax. Menurutnya, isu kenaikan BBM tersebut sudah ia dengar sejak beberapa waktu lalu.

“Dulu sudah dapat kabar juga akan naik. Tanggapan dengan naik harga ini, terpaksa dan rela, karena tidak bisa berbuat apa-apa,” terangnya.

Meski harga Pertamax naik, Akmal mengaku belum berencana beralih ke Pertalite. Pasalnya, hingga kini ia belum memiliki barcode yang menjadi syarat untuk membeli BBM subsidi tersebut.

“Karena saya sudah biasa mengisi Pertamax dan belum punya barcode. Jadi, mau tidak mau tetap isi Pertamax,” katanya.

Baca Juga

Antrian pembeli Pertamax di SPBU Padang, Rabu (10/6/2026)

Keluhan serupa disampaikan Sukiman (43), seorang pengemudi ojek online di Padang. Ia menilai kenaikan harga Pertamax akan semakin membebani para pengemudi yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk mencari nafkah.

“Pertamax naik, tentu makin berat bagi tukang ojek. Apalagi motor saya memang biasa memakai Pertamax,” ujarnya.

Sementara itu, pengemudi ojek online lainnya, Hilda Wilza, berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk mengendalikan kenaikan harga BBM, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan pekerjaan pada kendaraan bermotor.

“Kalau bisa harganya lebih standar. Kalau terus naik, tentu kami tidak sanggup beli Pertamax karena mahal,” katanya.

Senada dengan itu, Sijon (60) mengaku hanya bisa pasrah menghadapi kebijakan tersebut. Meski demikian, ia berharap harga BBM dapat kembali turun dan lebih stabil.

“Siapapun pemerintahnya, masyarakat maunya harga yang murah. Kalau bisa distabilkan harga minyak itu lebih baik,” tuturnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news