Kemenbud Siapkan Rp62 Miliar untuk Bangun Museum Syekh Yusuf di Afrika Selatan

3 hours ago 1

Newswire

Newswire Minggu, 13 September 2026 08:27 WIB

Kemenbud Siapkan Rp62 Miliar untuk Bangun Museum Syekh Yusuf di Afrika Selatan

Ilustrasi Museum/magnific

Harianjogja.com, GARUT—Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia menargetkan pembangunan Museum Syekh Yusuf Al-Makassari di Afrika Selatan dimulai pada 2027. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan tahapan proses, termasuk perizinan yang dinilai cukup rumit.

Direktur Promosi Kebudayaan Kemenbud RI Wawan Yogaswara mengatakan pembangunan museum atau rumah kebudayaan tersebut semula direncanakan berlangsung pada 2026. Namun, proses perizinan membuat pembangunan kemungkinan baru dimulai tahun depan.

"Sebenarnya tahun ini kami berencana membangun Museum Syekh Yusuf Al-Makassari di Afrika Selatan, tetapi karena perizinannya cukup rumit, kemungkinan baru desain dan baru dilanjutkan tahun depan," kata Wawan di Cipanas, Garut, Jawa Barat, Sabtu (13/9/2026).

Anggaran Museum Syekh Yusuf Rp62 Miliar

Museum Syekh Yusuf Al-Makassari direncanakan dibangun di Cape Town, Afrika Selatan. Pemerintah Indonesia melalui Kemenbud telah menyiapkan anggaran sebesar Rp62 miliar untuk pembangunan tersebut.

Wawan berharap proses perizinan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan museum bisa direalisasikan pada 2027.

"Insya Allah tahun depan sudah bisa dibangun," kata Wawan.

Rencana pembangunan museum tersebut berawal dari permintaan masyarakat dan keturunan Syekh Yusuf Al-Makassari kepada Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika melakukan kunjungan ke Afrika Selatan.

"Waktu itu Pak SBY menyanggupi diri, maka dibuatlah perencanaan, tetapi karena mungkin anggarannya belum ada, berjalannya waktu, pas Menteri Kebudayaan datang ke Cape Town ditagih sama Menteri Budaya di sana," katanya.

Kemenbud kemudian menindaklanjuti rencana tersebut dengan konsep bangunan yang mengadopsi arsitektur Kerajaan Gowa dulu. Desainnya akan dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi lingkungan daerah tropis di Afrika Selatan.

Syekh Yusuf Diakui sebagai Pahlawan di Dua Negara

Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan tokoh asal Makassar, Sulawesi Selatan. Ketokohannya diakui sebagai pahlawan di dua negara, yakni Indonesia dan Afrika Selatan.

Makam dan sejumlah peninggalan Syekh Yusuf Al-Makassari juga berada di Afrika Selatan. Karena itu, keberadaan museum di Cape Town diharapkan dapat menjadi tempat untuk menjaga dan memperkenalkan warisan tokoh tersebut.

Wawan berharap museum itu nantinya tidak hanya menjadi tempat penyimpanan peninggalan Syekh Yusuf, tetapi juga dapat memperkuat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan.

"Harapannya nanti di sana bisa berkembang sebagai rumah budaya Indonesia, sebagai pusat kebudayaan," katanya.

Menurut Wawan, Syekh Yusuf Al-Makassari membawa ajaran Islam dan ajaran Tasawuf dalam perjalanan hidupnya. Ia juga dikenal sebagai patriot dan intelektual yang membawa nilai-nilai budayanya ke luar Indonesia.

Jejak Syekh Yusuf di Afrika Selatan

Dalam perjalanan hidupnya, Syekh Yusuf Al-Makassari sempat diasingkan Belanda ke Sri Lanka. Menurut Wawan, pengasingan tersebut dilakukan karena pengaruh Syekh Yusuf dianggap membahayakan terhadap anak muda di sana.

Syekh Yusuf kemudian dipindahkan ke Cape Town, Afrika Selatan. Keberadaannya di negara tersebut turut membawa ajaran Islam yang kemudian cukup cepat diterima masyarakat.

"Meninggalkan banyak ajaran-ajaran baik, jadi Islam berkembang cukup cepat di sana, dan di sana ada kampung yang namanya Kampung Macassar," katanya.

Syekh Yusuf Al-Makassari hingga kini menjadi panutan bagi masyarakat di Afrika Selatan. Setiap tahun juga digelar Festival Keramat sebagai kegiatan penghormatan terhadap tokoh tersebut.

Museum Akan Simpan Manuskrip Syekh Yusuf

Wawan menyebut masih banyak peninggalan Syekh Yusuf Al-Makassari yang berada di Afrika Selatan. Di antara peninggalan tersebut terdapat manuskrip-manuskrip, sementara makamnya juga berada di negara itu.

"Banyak peninggalan Syekh Yusuf itu, bentuknya manuskrip-manuskrip, nah kebetulan makamnya juga ada di sana," kata Wawan.

Melalui pembangunan Museum Syekh Yusuf Al-Makassari, pemerintah berharap warisan sejarah dan kebudayaan tokoh asal Makassar tersebut dapat terus dijaga. Museum itu juga diharapkan berkembang menjadi rumah budaya Indonesia sekaligus pusat kebudayaan yang mempererat persahabatan Indonesia dan Afrika Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news