Foto ilustrasi kapal tanker pengangkut minyak dan gas alam cair. / Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kapal motor tanker (MT) Sungai Gerong yang sempat mandeg di lepas pantai selatan di Kabupaten Kulonprogo akhirnya kembali melanjutkan pelayaran setelah proses perbaikan teknis selesai dilakukan.
Kapal pengangkut avtur tersebut kini bergerak menuju kilang di Cilacap, Jawa Tengah, untuk mendukung distribusi energi menjelang momentum Lebaran.
Kejadian berhentinya kapal MT Sungai Gerong di perairan selatan di Kabupaten Kulonprogo sempat menarik perhatian masyarakat dan warganet karena ukuran kapal yang besar terlihat jelas dari daratan. Bahkan, posisi kapal dapat diamati dari jalur penghubung di Pantai Glagah dan Pantai Congot di Kabupaten Kulonprogo saat kapal tersebut tidak bergerak di tengah laut.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Varieza, menjelaskan bahwa proses maintenance teknis pada kapal tersebut telah rampung sehingga kapal dapat kembali menjalankan pelayaran untuk mendukung distribusi avtur.
“Proses maintenance teknis pada MT Sungai Gerong telah selesai dilakukan dan saat ini kapal kembali melanjutkan pelayaran untuk mendukung distribusi avtur. Selama proses maintenance berlangsung, Pertamina Patra Niaga juga menyiagakan armada pendukung guna memastikan kelancaran distribusi avtur tetap terjaga,” katanya kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Ia memastikan bahwa berhentinya kapal MT Sungai Gerong sebelumnya tidak menimbulkan gangguan terhadap distribusi avtur maupun ketersediaan stok energi. Menurutnya, hingga saat ini pasokan avtur masih dalam kondisi aman.
Roberth menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga terus memastikan seluruh operasional armada dijalankan dengan mengedepankan standar keselamatan, keandalan operasional, serta prinsip HSSE, sehingga distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga.
“Dari sisi distribusi laut, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 345 kapal berbagai jenis untuk memastikan distribusi energi melalui jalur laut berjalan lancar selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan energi selama periode mudik Lebaran.
“Masyarakat tidak perlu khawatir saat menggunakan moda transportasi untuk melaksanakan mudik dan arus balik karena ketersediaan energi berada dalam kondisi cukup,” tambah Roberth.
Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Glagah, Aris Widihatmoko, menjelaskan kapal tersebut sebelumnya berhenti di perairan selatan di Kabupaten Kulonprogo sejak Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, perbaikan teknis baru dilakukan pada Senin (9/3/2026) sore oleh teknisi kapal yang datang dari darat. Para teknisi tersebut diantar oleh nelayan menggunakan kapal kecil untuk menjangkau kapal MT Sungai Gerong yang berada di tengah laut.
Aris menyampaikan bahwa proses perbaikan telah rampung pada Selasa (10/3/2026) sore sehingga kapal kembali melanjutkan perjalanan pada malam harinya menuju Cilacap.
“Perbaikan sudah selesai kemarin sore. Sudah jalan dari tadi malam menuju Cilacap,” ujar Aris.
Ia menambahkan, saat ini kapal MT Sungai Gerong sudah tidak lagi terlihat dari daratan di Kabupaten Kulonprogo karena telah melanjutkan pelayaran.
“Palingan sudah sampai kapalnya, sekarang sudah tidak terlihat kapal MT Sungai Gerong dari daratan Kulonprogo,” katanya.
Aris juga menjelaskan bahwa perairan selatan di Kabupaten Kulonprogo memang menjadi salah satu jalur pelayaran distribusi avtur, terutama menjelang periode libur Lebaran ketika kebutuhan energi meningkat.
“Alhamdulillah semua lancar tidak ada dampak terhadap awak kapal ataupun teknisinya. Artinya tidak ada korban apa pun,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa aktivitas distribusi avtur melalui jalur laut di wilayah tersebut tetap berlangsung normal untuk menjaga pasokan energi selama periode mudik Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

2 hours ago
1

















































