Jika Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Berpotensi Naik ke Peringkat 115?

2 hours ago 4

Jika Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Berpotensi Naik ke Peringkat 115?

Latihan Timnas Indonesia jelang melawan Vietnam. Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Latihan Timnas Indonesia untuk persiapan laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 melawan Vietnam di Stadion Pakansari pada Senin (3/8/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi membawa perubahan pada posisi Timnas Indonesia di FIFA/Coca-Cola Men's World Ranking. Skuad Garuda bisa mendapatkan tambahan poin dari rangkaian pertandingan Division 1 yang berlangsung pada September hingga Oktober 2026.

Indonesia saat ini tercatat berada di peringkat ke-118 dunia dengan 1.157,14 poin. FIFA mencatat pembaruan resmi terakhir dilakukan pada 20 Juli 2026 dan pembaruan berikutnya dijadwalkan 7 Oktober 2026.

Artinya, hasil pertandingan Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 berpeluang masuk dalam penghitungan ranking berikutnya, sepanjang laga tersebut disahkan sebagai pertandingan internasional A.

FIFA menjelaskan ranking putra dihitung menggunakan sistem berbasis Elo. Poin sebuah tim dapat bertambah atau berkurang setelah pertandingan, dengan perhitungannya turut mempertimbangkan kekuatan relatif lawan dan tingkat kepentingan pertandingan.

Indonesia Berpeluang Tambah Poin

Indonesia tergabung di Grup A Division 1 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. FIFA mencatat seluruh pertandingan Division 1 berlangsung di Jakarta dan Bandung.

Jadwal Indonesia pada fase grup adalah sebagai berikut:

  • 25 September: Indonesia vs Singapura, SUGBK, pukul 20.00 WIB.

  • 28 September: Malaysia vs Indonesia, SUGBK, pukul 19.30 WIB.

  • 1 Oktober: Indonesia vs Bangladesh, SUGBK, pukul 19.30 WIB.

Jika menjadi juara Grup A, Indonesia akan tampil di final melawan juara Grup B pada 5 Oktober di SUGBK. FIFA juga menetapkan pertandingan perebutan tempat ketiga untuk dua runner-up grup.

Dalam simulasi yang beredar, kemenangan dalam seluruh pertandingan hingga menjadi juara dapat menghasilkan tambahan sekitar 16,80 poin bagi Indonesia.

Jika angka tersebut terealisasi, perolehan Indonesia secara matematis menjadi sekitar 1.173,94 poin dari basis 1.157,14 poin.

Namun, angka 16,80 poin tersebut merupakan simulasi, bukan perhitungan resmi FIFA. Besaran poin aktual bergantung pada status pertandingan, hasil setiap laga, serta peringkat dan kekuatan lawan ketika pertandingan dimainkan.

Posisi 115 Masih Bergantung Hasil Negara Lain

Tambahan sekitar 16,80 poin secara matematis dapat membawa Indonesia melewati sejumlah tim yang saat ini berada di atasnya.

Pada ranking resmi 20 Juli, Indonesia berada di posisi 118 dengan 1.157,14 poin. Sudan di posisi 117 memiliki 1.157,22 poin, Gambia di posisi 116 mengoleksi 1.159,64 poin, sedangkan Lebanon berada di posisi 115 dengan 1.172,22 poin.

Dengan demikian, perolehan sekitar 1.173,94 poin secara hitungan dasar memang berada sedikit di atas angka Lebanon pada ranking tersebut.

Akan tetapi, hal itu tidak otomatis berarti Indonesia akan berada di peringkat ke-115 pada pembaruan Oktober. Negara-negara lain juga memainkan pertandingan selama periode yang sama dan dapat mengalami perubahan poin.

Karena ranking FIFA merupakan klasifikasi seluruh tim nasional, posisi Indonesia pada pembaruan resmi akan ditentukan setelah hasil pertandingan negara lain turut diperhitungkan.

Mengapa Tambahan Poin Tidak Sama di Setiap Laga?

Sistem ranking FIFA tidak memberikan tambahan poin dengan jumlah yang sama untuk setiap kemenangan.

Nilai pertandingan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kekuatan relatif kedua tim dan bobot pertandingan. Karena itu, kemenangan atas lawan dengan peringkat berbeda dapat menghasilkan perubahan poin yang berbeda pula.

FIFA juga menjelaskan bahwa ranking yang ditampilkan secara langsung selama periode pertandingan bersifat tidak resmi sampai seluruh laga disahkan sebagai pertandingan internasional A.

Kondisi tersebut membuat simulasi ranking perlu dibedakan dari hasil resmi. Perhitungan yang dilakukan sebelum seluruh pertandingan selesai hanya menggambarkan kemungkinan berdasarkan asumsi tertentu.

Juara FIFA ASEAN Cup Tidak Otomatis Masuk 100 Besar

Menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 juga tidak otomatis membawa Indonesia menembus 100 besar dunia.

Dengan basis 1.157,14 poin, tambahan sekitar 16,80 poin hanya menghasilkan sekitar 1.173,94 poin. Sementara itu, ranking 100 besar pada pembaruan 20 Juli berada di atas angka tersebut. Sebagai gambaran, El Salvador di posisi ke-100 memiliki 1.225,34 poin, sedangkan Vietnam berada di posisi ke-99 dengan 1.225,68 poin.

Karena itu, dampak FIFA ASEAN Cup terhadap ranking Indonesia lebih tepat dilihat sebagai peluang memperbaiki posisi secara bertahap, bukan sebagai jalur otomatis menuju 100 besar.

Bagi Timnas Indonesia, pertandingan melawan Singapura, Malaysia, Bangladesh, dan kemungkinan final tetap menjadi kesempatan untuk memperoleh poin tambahan. Jika simulasi tambahan sekitar 16,80 poin terealisasi, posisi Indonesia secara matematis dapat bergerak dari peringkat 118 menuju area 115.

Namun, posisi akhir baru dapat dipastikan setelah FIFA menyelesaikan seluruh penghitungan dan menerbitkan ranking resmi pada 7 Oktober 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news