
Barisan kendaraan yang didominasi roda empat mengular di Pertigaan Kranggan, Bokoharjo atau di selatan Candi Prambanan, Sleman, Jumat (12/4/2024). Polda DIY memprediksi puncak arus kendaraan pada Minggu (14/4/2024).Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA—Kemacetan tidak hanya membuat waktu tempuh perjalanan bertambah, tetapi juga dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Kendaraan yang berulang kali berhenti, kembali melaju, lalu mengerem membutuhkan pola berkendara yang lebih efisien agar penggunaan BBM tidak semakin boros.
Salah satu cara yang dapat diterapkan pengemudi adalah eco-driving. Metode ini mengandalkan kebiasaan berkendara yang lebih halus, menjaga momentum kendaraan, mengurangi waktu mesin menyala saat tidak diperlukan, serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima.
Eco-driving tidak membutuhkan teknik khusus. Pengemudi dapat memulainya dari kebiasaan sederhana sebelum dan selama perjalanan.
9 Cara Menghemat BBM dengan Eco-Driving
Berikut sejumlah cara yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, terutama ketika berkendara di tengah lalu lintas padat:
1. Rencanakan rute sebelum berangkat
Perjalanan yang efisien dapat dimulai sebelum kendaraan digunakan. Periksa kondisi lalu lintas melalui aplikasi navigasi dan tentukan rute yang sesuai.
Jika memiliki beberapa keperluan, pengemudi juga dapat menggabungkan sejumlah tujuan dalam satu perjalanan. Cara tersebut dapat mengurangi perjalanan yang tidak perlu dan jarak tempuh kendaraan.
2. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak
Menekan pedal gas secara agresif membuat mesin bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Hal serupa berlaku ketika pengemudi sering melakukan pengereman keras kemudian kembali mempercepat kendaraan.
Usahakan menambah kecepatan secara bertahap dan membaca situasi lalu lintas di depan. Pola berkendara yang lebih halus membantu kendaraan mempertahankan momentum. Geotab juga memasukkan akselerasi serta pengereman keras sebagai kebiasaan yang dapat meningkatkan penggunaan bahan bakar.
3. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan
Jarak yang cukup memberikan waktu bagi pengemudi untuk merespons perubahan arus lalu lintas. Ketika kendaraan di depan melambat, pengemudi dapat mengurangi kecepatan secara bertahap tanpa harus langsung mengerem keras.
Kebiasaan ini juga membantu mengurangi pola berhenti-jalan secara agresif yang umum terjadi saat lalu lintas padat.
4. Pertahankan kecepatan secara stabil
Jika kondisi jalan memungkinkan, usahakan mempertahankan kecepatan secara konstan. Perubahan kecepatan yang terlalu sering dapat membuat penggunaan bahan bakar kurang efisien.
Meski demikian, kecepatan tetap harus disesuaikan dengan kondisi jalan dan batas kecepatan yang berlaku. Jangan mempertahankan kecepatan tertentu jika situasi lalu lintas atau keselamatan mengharuskan pengemudi memperlambat kendaraan.
5. Kurangi waktu mesin dalam kondisi idle
Mesin yang tetap menyala ketika kendaraan berhenti dalam waktu lama tetap menggunakan bahan bakar. Kondisi ketika mesin menyala sementara kendaraan tidak bergerak dikenal sebagai idling.
Geotab merekomendasikan mesin dimatikan apabila kendaraan diperkirakan berhenti lebih dari 60 detik, dengan pengecualian ketika kendaraan sedang berada dalam kondisi lalu lintas. Karena itu, pengemudi dapat mematikan mesin saat menunggu lama di tempat parkir atau lokasi lain yang aman.
6. Gunakan AC secara bijak
Penggunaan pendingin udara juga perlu diperhatikan ketika ingin menjaga efisiensi kendaraan. AC dapat digunakan sesuai kebutuhan, terutama ketika kendaraan berada dalam kondisi panas.
Namun, kenyamanan dan keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Jangan mematikan AC jika kondisi kabin menjadi tidak nyaman atau mengganggu konsentrasi pengemudi.
7. Singkirkan barang yang tidak diperlukan
Semakin berat kendaraan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. Karena itu, periksa barang yang tersimpan di dalam kabin, bagasi, maupun bagian luar kendaraan.
Keluarkan barang yang tidak diperlukan sebelum melakukan perjalanan. Membawa muatan sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga efisiensi kendaraan.
8. Rawat kendaraan secara rutin
Kondisi kendaraan turut memengaruhi konsumsi bahan bakar. Perawatan berkala dapat dilakukan dengan mengikuti jadwal servis, memeriksa kondisi mesin, sistem pengereman, kelistrikan, serta komponen lainnya.
Tekanan ban juga perlu diperiksa secara rutin dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Geotab mencatat tekanan ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar.
9. Gunakan gigi yang sesuai
Untuk kendaraan dengan transmisi manual atau pilihan gigi tertentu, gunakan gigi sesuai kondisi perjalanan. Ketika kendaraan sudah melaju stabil, penggunaan gigi yang lebih tinggi pada kondisi yang sesuai dapat membantu menurunkan putaran mesin.
Pengemudi tetap perlu mengikuti karakteristik kendaraan dan rekomendasi pabrikan. Jangan menggunakan gigi terlalu tinggi ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar karena dapat membuat kerja mesin tidak optimal.
Eco-Driving Bukan Sekadar Hemat BBM
Penerapan eco-driving pada dasarnya mengubah cara pengemudi berinteraksi dengan kendaraan. Pengemudi tidak hanya mengejar konsumsi bahan bakar yang rendah, tetapi juga berusaha mengantisipasi kondisi lalu lintas agar tidak terus-menerus melakukan akselerasi dan pengereman keras.
Geotab menyebut eco-driving dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi, sekaligus mengurangi keausan kendaraan. Kebiasaan seperti menjaga kecepatan, melakukan akselerasi secara halus, mengantisipasi arus lalu lintas, dan mengurangi pengereman keras menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
Bagi pengendara yang setiap hari melewati jalan perkotaan, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengendalikan biaya perjalanan. Yang tidak kalah penting, penerapannya tetap harus memperhatikan keselamatan, kondisi jalan, dan aturan lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
3

















































