Hujan Tak Kunjung Reda, Perumahan Permata Utama Lubuk Minturun Kembali Terendam, Warga Desak Penanganan Banjir

13 hours ago 3

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

KLIKPOSITIF – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Senin (3/8/2026) kembali menyebabkan banjir di Perumahan Permata Utama, Sungai Duo, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Air meluap hingga memasuki rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.

Kondisi ini kembali memicu keresahan warga. Pasalnya, banjir disebut bukan lagi kejadian baru, melainkan persoalan yang terus berulang setiap kali hujan turun dalam waktu cukup lama. Ketua Perumahan Permata Utama, Edi Suhendra, mengatakan banjir telah menjadi momok bagi warga karena hampir selalu terjadi saat curah hujan meningkat.

“Setiap hujan deras, perumahan kami selalu kebanjiran. Kalau hujannya tidak kunjung berhenti, air pasti meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,” kata Edi, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, warga sebenarnya telah berupaya mencari solusi dengan mengajukan proposal penanganan banjir melalui pembangunan dam atau pengendalian aliran sungai yang kerap meluap saat musim hujan.

“Kami sudah mengajukan proposal penanggulangan banjir dengan pembangunan dam di aliran sungai. Harapan kami, proyek itu bisa mengurangi luapan air yang selama ini menjadi penyebab utama banjir,” ujarnya.

Edi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, proposal tersebut telah diajukan melalui program penanganan bencana hidrometeorologi pada 2025 dan bahkan telah masuk dalam daftar R3P. Informasi itu diperoleh dari Camat Koto Tangah saat itu, Fizlan Setiawan.

“Informasinya proposal sudah masuk dalam R3P. Namun sampai sekarang kami belum mengetahui apa kendalanya karena belum ada tanda-tanda pekerjaan pembangunan dam tersebut akan dimulai,” ungkapnya.

Baca Juga

Padang Kebanjiran, Senin (3/8/2026)

Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera merealisasikan program penanganan banjir tersebut. Mereka menilai pembangunan pengendali aliran sungai menjadi solusi yang sangat dibutuhkan agar banjir tidak terus menghantui permukiman setiap musim hujan.

“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata. Jangan sampai warga terus menjadi korban banjir yang berulang setiap tahun. Kami hanya ingin bisa tinggal dengan aman dan tenang tanpa rasa khawatir setiap kali hujan turun,” tutup Edi.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news