Harga Sawit di Pessel Anjlok hingga Rp700 per Kilogram, Diduga Imbas Kelangkaan Solar

11 hours ago 6

KLIKPOSITIF- Sejumlah petani sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, mengeluhkan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit dalam beberapa hari terakhir. Harga yang sebelumnya sempat mencapai Rp2.000 per kilogram di tingkat petani, kini turun drastis hingga Rp700 per kilogram.

Adi, salah seorang petani sawit di Kecamatan Lengayang, mengaku penurunan harga tersebut sangat memberatkan petani. Menurutnya, penurunan terjadi secara tiba-tiba dan cukup drastis.

Baca Juga

Harga TBS Kelapa Sawit Kebun Swadaya

“Sebelumnya masih Rp2.000 per kilogram. Kini turun hingga Rp700 per kilogram,” ungkapnya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, penurunan harga mulai dirasakan sejak Sabtu (24/5/2026). Bahkan, kata dia, para pengepul menyebut turunnya harga diduga dipengaruhi sulitnya operasional akibat kelangkaan solar.

“Penyebab pastinya tidak jelas. Toke menyebut karena kelangkaan solar,” jelasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Idrus, petani sawit lainnya di daerah tersebut. Ia menilai turunnya harga sawit saat ini tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi, terutama harga pupuk.

“NPK saja Rp800 ribu per karung, sementara harga sawit cuma Rp700 per kilo,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan intervensi agar harga sawit kembali stabil dan petani tidak terus merugi.

“Kami berharap pemerintah segera bertindak. Jangan dibiarkan lama-lama, sementara kebutuhan pokok semuanya mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Hamdi, membenarkan terjadinya penurunan harga tandan buah segar (TBS) sawit dalam beberapa hari terakhir.

“Ya, turun dari biasanya. Informasinya ada yang turun hingga Rp700 per kilogram,” katanya.

Hamdi mengaku, hingga kini pihaknya masih belum mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga TBS sawit tersebut. Namun, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mencari penyebab dan solusi atas kondisi tersebut.

“Kita belum mengetahui pasti apa penyebabnya. Ini akan kita koordinasikan dengan pihak terkait,” terangnya.

Menurutnya, koordinasi akan terus dilakukan agar kondisi harga sawit di tingkat petani bisa kembali stabil.
“Mudah-mudahan tidak berlangsung lama. Semoga harga segera naik dan kembali stabil,” tutupnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news