PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak cepat menangani dampak banjir dan cuaca ekstrem yang melanda kawasan Guo Lapau Munggu dan Kampuang Tanjuang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Jumat (22/5/2026).
Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam peninjauan tersebut, Raju Minropa didampingi unsur Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat, Dinas Sosial Kota Padang, BPBD Kota Padang, Satpol PP Kota Padang, Tim SAR, serta unsur kecamatan, kelurahan, relawan, hingga RT/RW setempat. Kehadiran jajaran pemerintah dan tim gabungan itu menjadi bentuk respons cepat Pemko Padang dalam memastikan kondisi warga pasca banjir tetap aman dan terkendali.
Banjir terjadi setelah hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut pada Kamis malam (21/5/2026). Cuaca ekstrem menyebabkan tanggul sungai yang baru selesai dibangun di kawasan Lapau Munggu kembali jebol. Akibatnya, sekitar 25 hektar sawah yang sebelumnya baru direhabilitasi kembali terendam banjir.
Genangan air yang cukup tinggi sempat membuat warga terjebak sejak pukul 20.00 WIB hingga sekitar 23.00 WIB sebelum debit air mulai surut. Meski demikian, gerak cepat tim gabungan berhasil mengantisipasi dampak lebih besar sehingga tidak ada korban jiwa maupun pengungsian terpusat.
“Secara umum tidak ada warga yang mengungsi. Hanya berpindah sementara ke rumah saudara. Pagi ini Dinas Sosial sudah mendata dan langsung mengirim bantuan. Kami mohon dukungan jajaran RT, RW, lurah, dan camat untuk membagikan ini secara merata agar semua yang terdampak menerima bantuan,” ujar Raju Minropa.
Ia menegaskan, Pemko Padang telah menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Sejak pagi hari, bantuan makanan siap saji mulai didistribusikan kepada warga terdampak.
“Tadi pagi kita sudah bantu dari BPBD sebanyak 300 nasi bungkus dari pos dana darurat yang memang sudah kita sediakan. Langkah ini akan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sembako dari Dinas Sosial,” katanya.
Menurut Raju, langkah tanggap darurat menjadi prioritas utama pemerintah kota, terutama memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pangan dan layanan dasar lainnya pascabencana. Ia juga menegaskan bahwa arahan langsung Wali Kota Padang menjadi pedoman utama dalam penanganan bencana tersebut.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kita menjamin bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan harus sudah selesai hari ini. Pemerintah hadir, dan apa pun kebutuhan dasar masyarakat akan kita penuhi,” tegasnya.
Selain fokus pada kebutuhan warga, Pemko Padang juga mulai melakukan langkah cepat untuk pemulihan sektor pertanian yang terdampak cukup parah akibat jebolnya tanggul. Pemerintah mengerahkan alat berat yang didukung oleh Kementerian Sosial untuk membantu rehabilitasi lahan pertanian yang terendam lumpur dan material banjir.
Operasional alat berat tersebut ditangani langsung oleh Dinas PUPR Kota Padang guna mempercepat proses normalisasi dan pemulihan area persawahan warga. Pemerintah berharap aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan secepat mungkin agar kerugian petani tidak semakin besar.
Di sisi lain, Pemko Padang bersama Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat dan Dinas PUPR juga tengah menyiapkan kajian teknis sebagai solusi permanen penanganan kawasan rawan banjir tersebut. Beberapa opsi penanganan yang sedang disiapkan di antaranya pemasangan kawat bronjong hingga pembangunan tanggul pengaman yang lebih kuat dan tahan terhadap debit air tinggi.
Langkah itu dinilai penting mengingat kawasan Guo Lapau Munggu dan Kampuang Tanjuang kerap terdampak banjir saat intensitas hujan tinggi. Pemerintah berharap penanganan permanen nantinya dapat meminimalkan risiko bencana serupa kembali terjadi.
Kehadiran pemerintah bersama unsur gabungan di tengah masyarakat terdampak pun mendapat apresiasi dari warga. Selain membantu evakuasi dan distribusi bantuan, petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan potensi cuaca ekstrem lanjutan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

14 hours ago
6


















































