Forum Wakil Rektor Bidang BKS PTN Siap Lahirkan Produk Kolaboratif Berdampak Bagi Masyarakat

4 hours ago 4

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF- Forum Wakil Rektor Bidang Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat mengadakan kerjasama antar perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi berdampak bagi masyarakat.

Hal tersebut diketahui saat pertemuan Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama BKS PTN Wilayah Barat yang digelar di Kampus Limau Manis, UNAND, Selasa (21/7/2026) dengan mengangkat tema “Praktik baik kerja sama dan hilirisasi riset perguruan tinggi”.

Kolaborasi antar kampus tersebut tujuannya untuk melahirkan produk bersama yang dapat dihilirisasikan dan dimanfaatkan secara luas.

Wakil Rektor I, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., menyambut baik kegiatan tersebut, pertemuan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi yang berdampak.

Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama BKS PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Revis Asra berharap dari 39 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam BKS PTN Barat ini dapat melahirkan inovasi bersama.

“Tentunya kita berharap dari kolaborasi antar perguruan tinggi ini akan lahir satu produk yang memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Revis, hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium atau publikasi ilmiah, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Inilah yang disebut konsep universitas berdampak, yang saat ini menjadi arah pengembangan perguruan tinggi. Ia juga melihat sejumlah perguruan tinggi lain memiliki produk unggulan yang berpotensi dikembangkan bersama.

Dikatakan juga, hilirisasi riset harus terus diperkuat. Di Universitas Syiah Kuala ada produk minyak nilam, di UNAND ada pengembangan gambir. Potensi seperti ini perlu dikolaborasikan agar memberi dampak yang lebih luas.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmaidi, forum ini dimanfaatkan sebagai ruang berbagi praktik baik antar perguruan tinggi dalam membangun kerja sama dan mempercepat hilirisasi hasil riset.

Menurutnya, UNAND juga menampilkan sejumlah inovasi bidang kesehatan yang telah dikembangkan peneliti kampus, di antaranya alat diagnostik untuk malaria, kanker serviks, tifus, hingga rapid test berbagai penyakit.

Henmaidi berharap dalam pertemuan ini perguruan tinggi saling mengenalkan produk riset yang dimiliki sehingga dapat dipromosikan dan dimanfaatkan di berbagai daerah.

“Jadi inovasi kampus tidak hanya dikenal di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan pemerintah, industri, dan masyarakat,” tuturnya.

Forum tersebut juga menghadirkan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Yos Sunitiyoso, yang menjelaskan arah kebijakan nasional mengenai hilirisasi riset dan penguatan ekosistem inovasi perguruan tinggi.

Selain itu, peserta memperoleh berbagai praktik baik dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Padang (UNP), Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi UNAND, serta PT Crown Teknologi Indonesia mengenai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan hasil riset menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news