Jumali Selasa, 21 Juli 2026 16:47 WIB

inal Piala Dunia 2026 diwarnai keributan usai Spanyol mengalahkan Argentina. Leandro Paredes mendapat kartu merah langsung. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—FIFA resmi membuka investigasi terhadap insiden kericuhan yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Badan sepak bola dunia itu menunjuk seorang jaksa disiplin dan etik untuk menyelidiki dugaan pelanggaran Kode Disiplin FIFA yang melibatkan sejumlah pemain dan staf tim nasional Argentina.
Keputusan tersebut diambil setelah FIFA menerima laporan pertandingan dan mulai mengumpulkan rekaman video yang memperlihatkan bentrokan antarpemain seusai Spanyol memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina melalui babak perpanjangan waktu.
FIFA Tunjuk Jaksa Disiplin
EFE melaporkan, dalam pernyataan resminya, Komite Disiplin FIFA menyatakan telah menunjuk seorang Disciplinary and Ethics Prosecutor untuk mengusut berbagai insiden yang terjadi setelah pertandingan berakhir.
Penyelidikan dilakukan sesuai Pasal 36 Kode Disiplin FIFA dan akan menentukan apakah terdapat pelanggaran yang layak dijatuhi sanksi terhadap individu maupun federasi terkait.
FIFA belum memberikan tenggat waktu kapan hasil investigasi akan diumumkan.
Kericuhan Berawal dari Rodri dan Molina
The Independent melaporkan, berdasarkan berbagai rekaman yang beredar, keributan bermula ketika bek Argentina Nahuel Molina diduga melakukan tindakan agresif terhadap kapten Spanyol, Rodri, yang sedang merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya.
Situasi kemudian memanas dan melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim.
Gelandang Argentina Leandro Paredes menjadi salah satu sosok yang paling disorot setelah terlihat terlibat konfrontasi dengan Eric Garcia. Dalam tayangan video, Paredes tampak menyentuh bagian leher pemain Spanyol tersebut. Ketika Gavi mencoba menenangkan situasi, ia justru ikut terdorong hingga terjatuh di lapangan.
Akibat insiden itu, wasit Slavko Vincic mengeluarkan kartu merah kepada Paredes meskipun pertandingan telah berakhir.
Staf Argentina Juga Disorot
Investigasi FIFA tidak hanya menyasar pemain.
Asisten pelatih Argentina Roberto Ayala juga masuk dalam sorotan setelah diduga terlibat insiden dengan Dani Olmo saat keributan berlangsung. Rekaman pertandingan menunjukkan adanya kontak fisik yang kini menjadi bagian dari bahan penyelidikan FIFA.
Selain bentrokan di lapangan, FIFA juga dikabarkan meninjau perilaku sejumlah pemain Argentina saat seremoni penyerahan trofi. Beberapa pemain terlihat membelakangi panggung ketika Spanyol bersiap mengangkat trofi juara dunia.
Ancaman Skorsing dan Denda
The Guardian mengungkapkan, jika terbukti melakukan tindakan kekerasan atau perilaku tidak sportif, pemain yang terlibat dapat menghadapi hukuman skorsing beberapa pertandingan sesuai ketentuan Kode Disiplin FIFA.
Nama-nama seperti Leandro Paredes, Nahuel Molina, hingga sejumlah anggota staf pelatih berpotensi menjadi subjek sanksi individu.
Tidak hanya itu, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berisiko menerima hukuman berupa denda atau sanksi administratif apabila FIFA menilai terjadi pelanggaran kolektif oleh tim maupun ofisial.
Penutup Pahit Argentina
Investigasi ini menjadi babak lanjutan dari kekecewaan Argentina yang gagal mempertahankan gelar juara dunia.
La Albiceleste harus mengakui keunggulan Spanyol yang merebut gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka setelah kemenangan tipis 1-0 di partai final.
Kini, selain kehilangan trofi, Argentina juga harus menunggu hasil investigasi FIFA yang berpotensi menghadirkan konsekuensi disiplin bagi sejumlah pemain dan staf tim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
5

















































