KLIKPOSITIF – Festival Silek Tradisional Minangkabau tingkat SMA sederajat se-Sumatra Barat digelar di SMAN 1 Canduang, Agam, Kamis 27 Agustus 2026.
Tak hanya para peserta dan pendamping, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah wali nagari di Kabupaten Agam.
Mereka mendukung kegiatan Festival Silek Tradisional Minangkabau ini, karena juga merupakan warisan budaya Minangkabau.
Menurut Kepala SMAN 1 Canduang Agam, Herman Novia Rozi, peserta festival ini berjumlah 30 pasang.
Tak hanya dari Kabupaten Agam, para peserta juga berasal dari sejumlah daerah di Sumatra Barat.
“Sengaja pesertanya kami batasi 30, karena waktu pelaksanaannya cuma satu hari,” ujar Herman kepada klikpositif disela-disela kegiatan festival.
Menurut Herman, saat ini setiap SMA di Sumbar diwajibkan untuk melestarikan budaya silek (silat) tradisional.
“Ini merupakan program dari pemerintah provinsi Sumatra Barat dan salah satu program unggulan untuk meningkatkan karakter dari anak-anak kita,” kata Herman.
Herman melanjutkan, kegiatan ini juga bertujuan, agar anak-anak yang sudah berlatih di program ekstra kurikuler, bisa menyalurkannya dan bisa bersilaturrahmi dengan pesilat lain.
Staf Ahli Bupati Agam Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Taslim, juga menyebut pencak silat bukanlah sekedar olahraga fisik semata, melainkan identitas kekayaan budaya Minangkabau.
“Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yang patut kita lestarikan seperti nilai religi, nilai disiplin, penghormatan kepada yang lebih tua, persahabatan dan yang lain sebagainya,” ulas Taslim.
Taslim berharap kegiatan ini terus berlangsung setiap tahunnya.

15 hours ago
6




















































