Fadly Amran Resmikan Pendidikan Kesetaraan bagi 101 Warga Binaan Lapas Padang, Siapkan Bekal Kembali ke Masyarakat

9 hours ago 4

Spanduk Dealer Program Juli Honda 300 x 50 cm

PADANG, KLIKPOSITIF — Sebanyak 101 wargabinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang resmi memulai perjalanan baru melalui Program Pembinaan Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Padang, Kamis (23/7/2026). Program ini menjadi langkah konkret menghadirkan akses pendidikan bagi warga binaan sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Pembukaan program berlangsung penuh semangat dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Barat Kunrat Kasmiri, Kepala Lapas Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa, Kepala PKBM Gempita Sumbar Silvia Sismona, para pejabat administrator Kanwil Ditjenpas Sumbar, serta jajaran pejabat struktural Lapas Kelas IIA Padang.

Program hasil kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Padang dengan Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat melalui PKBM Gempita Sumbar ini bertujuan memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kesetaraan yang memiliki status setara dengan pendidikan formal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun masa depan seseorang, termasuk bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena mampu membuka peluang yang lebih luas setelah bebas nanti.

Ia menyebut, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program Unggulan (Progul) Padang Juara dan Padang Melayani. Kehadiran pendidikan kesetaraan di lingkungan pemasyarakatan dinilai menjadi bentuk nyata pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya belum menyelesaikan pendidikan formal.

“Program pembinaan pendidikan kesetaraan ini sejalan dengan cita-cita kita melalui gerakan Program Unggulan Padang Juara dan Padang Melayani dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumatera Barat,” ujar Fadly.

Fadly berharap seluruh peserta mampu mengikuti proses pembelajaran hingga tuntas dan memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja ataupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia juga memastikan Pemerintah Kota Padang siap memperluas kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Padang melalui berbagai program pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami berharap 101 warga binaan Lapas Kelas IIA Padang yang mengikuti program ini dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Ke depan, kami juga siap mendukung pengembangan pelatihan keterampilan seperti servis AC, menjahit, servis kendaraan maupun keahlian lainnya,” katanya.

Menurut Fadly, pendidikan dan keterampilan merupakan dua bekal penting agar warga binaan memiliki kesempatan membangun kehidupan baru secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumbar Kunrat Kasmiri mengatakan program pendidikan kesetaraan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat fungsi pembinaan warga binaan.

Ia menilai pendidikan bukan sekadar proses belajar mengajar, melainkan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki kualitas diri sebelum kembali menjalani kehidupan sosial.

“Pendidikan menjadi kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri sebelum kembali ke masyarakat. Kami berharap program ini dilengkapi pelatihan vokasi agar mereka memiliki keterampilan kerja dan dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, serta mampu berinteraksi dengan masyarakat,” ujar Kunrat.

Di kesempatan yang sama, Kepala Lapas Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa mengungkapkan bahwa program tersebut menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya pendidikan kesetaraan secara resmi dilaksanakan sejak Lapas Kelas IIA Padang berdiri.

Menurutnya, dari total 671 penghuni Lapas, sebanyak 101 warga binaan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti program setelah melalui proses asesmen yang mempertimbangkan motivasi belajar, masa pidana, serta komitmen menyelesaikan pendidikan hingga akhir.

“Program ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sejak Lapas Kelas IIA Padang berdiri. Pembelajaran akan dilaksanakan oleh tutor PKBM Gempita Sumbar dengan dukungan modul dan perlengkapan belajar yang telah disiapkan,” jelas Ronaldo.

Ia optimistis program tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan yang lebih komprehensif, tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga meningkatkan kapasitas akademik warga binaan.

Sementara itu, Kepala PKBM Gempita Sumbar Silvia Sismona menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kota Padang, Lapas Kelas IIA Padang, dan lembaga pendidikan masyarakat dalam menghadirkan layanan pendidikan bagi warga binaan.

Menurutnya, program tersebut turut mendukung upaya Pemerintah Kota Padang dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), karena pendidikan kesetaraan memberikan hak yang sama kepada lulusannya untuk memperoleh pekerjaan maupun melanjutkan pendidikan.

“Kami sangat berharap dukungan pemerintah dalam penyediaan tutor, sarana pembelajaran, serta fasilitas asesmen dan ujian berbasis komputer di Lapas Kelas IIA Padang agar program ini berjalan optimal,” ujar Silvia.

Dengan dimulainya Program Pembinaan Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C ini, Lapas Kelas IIA Padang tidak hanya menjadi tempat menjalani pembinaan, tetapi juga ruang bagi warga binaan untuk memperoleh kesempatan kedua melalui pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pemasyarakatan, dan lembaga pendidikan masyarakat diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki bekal akademik, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news